Sejumlah Kampus di Jogja Belum Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya

Sejumlah perguruan tinggi di Kota Jogja masih belum merencanakan kuliah tatap muka di kampus pada masa pandemi Covid-19.

 Ilustrasi kuliah tatap muka di masa pandemi Covid-19. (Dok. Solopos.com-Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kuliah tatap muka di masa pandemi Covid-19. (Dok. Solopos.com-Nicolous Irawan)

Solopos.com, JOGJA — Sejumlah kampus perguruan tinggi di Kota Jogja masih belum menggelar kuliah tatap muka. Kendati, kasus Covid-19 di Kota Jogja diklaim mengalami penurunan dan mulai terkendali.

Pihak kampus mengaku tak mau terburu-buru mengambil keputusan soal kuliah tatap muka.

“Untuk rencana kuliah tata muka belum ada pengumuman. Sekarang masih diselenggarakan secara daring,” ujar pegawai Humas Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja, Meilina Parwa Lina, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Kuliah Tatap Muka di UNS Solo Dimulai, Mahasiswa Baru Asal Soloraya Jadi Prioritas

Lina menyebut, sampai saat ini pihak kampus belum melakukan pembahasan soal rencana kuliah tatap muka. Pihaknya juga masih menunggu pengumuman lebih lanjut baik dari pemerintah terkait skema kuliah tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Namun di sisi lain, pihaknya terus menggencarkan vaksinasi bagi mahasiswa dan tenaga pendidik atau dosen, serta pegawai kampus.

“Untuk vaksin pegawai sudah dilaksanakan. Sekaran kami maksimalkan untuk yang mahasiswa di Jogja,” ujarnya.

Senada juga disampaikan perguruan tinggi atau kampus swasta lain di Jogja,  yakni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).

Pihak kampus UST Jogja itu menargetkan kepada mahasiswa akan menggelar kuliah tatap muka pada awal semester tahun depan atau Februari 2022.

Baca jugaKampus di Jogja yang Terancam Bangkrut Diberi Dua Pilihan

Wakil Rektor II UST Jogja, Trisharsiwi, mengatakan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat pihaknya urung melaksanakan kuliah tatap muka kepada mahasiswa. Sampai saat ini pembelajaran secara daring bahkan telah dilaksanakan selama dua setengah semester yang dimulai sejak Maret 20202 lalu.

“Pembelajaran daring sudah 2,5 semester, karena sejak Maret tahun lalu sudah tutup total. Kalau bisa memang sebaiknya memang tatap muka karena dosen bisa mengetahui bagaimana secara nyata pembelajaran dan serapan materi yang diperoleh oleh mahasiswa,” ujarnya.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).

Covid-19 Melandai, Penumpang KRL Jogja-Solo Capai 5.488 Orang Per Hari

Jumlah penumpang KRL Jogja-Solo mengalami peningkatan signifikan imbas dari penurunan kasus harian Covid-19 di Kota Jogja dan Solo.

Resmi Dab! Anak Usia 12 Tahun di Sleman Boleh Berwisata & ke Bioskop

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman secara resmi telah mengizinkan anak usia 12 tahun ke bawah masuk ke tempat wisata dan nonton bioskop.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Tertangkap, Ini Identitasnya

Polres Sleman akhirnya menangkap pelaku tabrak lari yang menewaskan seorang perempuan di daerah Moyudan.

Korban Tabrak Lari di Sleman Meninggal, Pelaku Tinggalkan Mobil di SPBU

Seorang perempuan di Sleman, Yogyakarta, menjadi korban kecelakaan tabrak lari hingga meninggal dunia.

Buron 8 Tahun Kasus Korupsi Dana Gempa Bantul Ditangkap di Hotel

Buron 8 tahun terkait kasus korupsi dana program rehabilitasi rekonstruksi gempa Bantul tahun 2006, Lilik Karnaen, 64, ditangkap di salah satu hotel di Bandung, Selasa (19/10/2021) pukul 05.30 WIB.

Buron 14 Tahun, Maling Dana Bantuan Gempa Jogja Ditangkap

Terpidana kasus korupsi program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa Jogja pada 2007 silam, Liliek Karnaesn, 64, ditangkap setelah 14 tahun buron.

140 Bus Wisata Coba Masuk Jogja pada Akhir Pekan

Sekitar 140 unit bus pariwisata mencoba masuk ke Kota Jogja pada akhir pekan lalu.

Hujan Deras & Angin Kencang Landa Jogja, Sejumlah Daerah Banjir

Hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Jogja, Senin (18/10/2021) menyebabkan banjir dan baliho rusak di sejumlah lokasi.

Pedagang Daging Anjing asal Sragen Divonis 10 Bulan Penjara

Pedagang daging anjing asal Sragen, Jawa Tengah (Jateng) dinyatakan bersalah atas kasus penyelundupan puluhan anjing oleh Pengadilan Negeri (PN) Wates, Kulon Progo.