Sejoli Tipu-Tipu Arisan Online Investasi, Gunakan Selebgram untuk Gaet Peserta

Setiap anggota harus mengikuti arisan mulai Rp1 juta sampai Rp15 juta agar bisa ikut skema investasi.

 Sejoli yang diduga menipu peserta arisan online di Makassar ditangkap polisi, JUmat (17/9/2021) malam.

SOLOPOS.COM - Sejoli yang diduga menipu peserta arisan online di Makassar ditangkap polisi, JUmat (17/9/2021) malam.

Solopos.com, JAKARTA—Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, menetapkan tiga tersangka kasus penipuan ratusan warga bermodus arisan online. Dua dari tiga tersangka penipuan kali ini merupakan sejoli.

“Tiga pelaku ini kita tetapkan sebagai tersangka masing-masing dua perempuan berinisial JD berusia 20 tahun, MD berusia 22 tahun dan laki-laki AR berusia 22 tahun,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, kepada wartawan di kantornya, seperti dikutip Antara, Sabtu (18/9/2021) dini hari.

Baca Juga: Chopperland Jokowi Menghilang dari LHKPN, Kok Bisa? 

Jamal membeberkan peran dari para tersangka. Tersangka JD alias Puput berperan sebagai otak sekaligus pemilik arisan sedangkan MD merupakan admin di media sosial Instagram dinamai ‘Arisan Amanah’,

AR merupakan pacar JD sebagai pemilik rekening pengatur lalu lintas pencairan uang pada arisan tersebut.

“Ketiga tersangka ini diterapkan pasal berlapis, yakni Undang-undang ITE serta KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan Pasal 378 dan Pasal 372 dengan ancaman pidana enam tahun penjara,” ucap Jamal.

300 Peserta

Dia menyebut dari hasil pemeriksaan tercatat ada 300 lebih anggota yang mengikuti arisan disertai investasi bodong tersebut. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami masih menunggu aduan maupun laporan dari korban lainnya. Karena masih ada korban lain dari Kendari dan daerah lain yang sudah menginvestasi uangnya di atas Rp100 jutaan,” kata eks Kapolsek Panakukang itu.

Modus operandi yang dijalankan agar banyak orang tertarik mau mengikuti arisan bodong ini adalah pelaku menyewa jasa selebgram lokal supaya menarik perhatian publik agar lebih dikenal warganet atau netizen.

Sejak Februari 2021

Praktik penipuan itu, kata Jamal, telah berlangsung sejak Februari 2021, dan baru terbongkar awal September setelah para korbannya sadar uang mereka tidak dikembalikan.

“Para tersangka ini kami tahan untuk proses lebih lanjut, sambil menunggu pelaporan dari korban lainnya bukan hanya di Makassar tapi ada dari daerah lain,” ujarnya.

Pelaku ditangkap polisi di tempat kos di jalan Pelita Raya pada 15 September 2021, atas pelaporan korbannya yang merasa ditipu oleh pelaku JD alias Puput.

Pelaku menjalankan aksi penipuan itu dibantu pacar dan temannya.

Awalnya Lancar

Salah seorang korbannya, Ana menjelaskan, awal arisan berjalan lancar. Aturannya, setiap anggota wajib terdaftar mengikuti arisan menurun untuk bisa ikut invetasi. Skemanya, siapa nama paling atas naik, arisan akan dicairkan.

Penyetoran pembayaran juga berbeda dari atas ke bawah mulai Rp1 juta, Rp1,5 juta, Rp2 juta dan seterusnya agar bisa dapat get (pencairan).

Baca Juga: Setahun, Harta Wagub Naik Hampir Rp40 Miliar, Koleksi 72 Unit Kendaraan 

Untuk bagian investasi atau dinamai dos, pembayaran pun berbeda, misalnya investasi Rp7 juta dalam 10 hari kembali Rp10 jutaan.

Ana mengatakan, terkait arisan dan investasi bodong tersebut dirinya telah tertipu Rp30 juta.

Skema Investasi

Hal senada disampaikan korban lainnya, Sari. Setiap anggota harus mengikuti arisan mulai Rp1 juta sampai Rp15 juta agar bisa ikut skema investasi.

Sedangkan proses pencairan uang ditentukan pelaku melalui penyampaian secara daring di medsos tersebut.

“Anggotanya banyak ada ratusan paling banyak dari luar Sulawesi, kalau dari Papua itu sudah investasi Rp180 jutaan. Kerugian saya Rp39,7 juta selama ikut, dan uang tidak kembali,” beber ibu rumah tangga itu.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

10 Berita Terpopuler: Atap Serambi Masjid Runtuh dan Kabar Persis Solo

Kabar atap serambi Masjid Besar Al Furqon Nguter di Jalan Sukoharjo-Wonogiri tiba-tiba ambruk, Rabu (20/10/2021) dan Persis Solo menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (21/10/2021).

Dimutasi Setelah Picu Kontroversi, Aipda Ambarita: Satya Haprabu!

Aksi Ambarita menuai banyak kritik, salah satunya dari Kompolnas yang menyebut menggeledah tanpa surat perintah keliru.

Eaalaah...Admin Humas Polda Cecar Warganet di DM Instagram

Selain menegur, admin akun Humas Polda Kalteng juga meminta warganet tersebut untuk datang ke Kantor Humas Polda Kalteng.

Populasi Koala Berkurang, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Klamidia

Para ilmuwan di sebuah universitas Australia berharap dapat membantu agar populasi koala yang kian berkurang menjadi lebih sehat dengan vaksin klamidia untuk hewan berkantung.

Uji Nyali! Berkunjung ke Museum Santet Di Cirebon

Di dalam museum santet terdapat ratusan boneka yang digantung termasuk boneka menyerupai pocong yang dipasang di pinggir dan sudut-sudut.

KA Cepat Jakarta-Bandung Butuh 75 Tahun untuk Balik Modal!

https://www.solopos.com/target-uji-coba-kereta-cepat-jakarta-bandung-1146742?utm_source=terkini_desktop

Begal Payudara di Cipayung Tertangkap! Ini Motif Tindakannya

Dari hasil pengakuannya tersangka, tersangka mengatakan kalau dia ada rasa nafsu karena sering menonton film porno

Kangen, Ibunda Buronan Kasus MIT Minta Anak Pulang dan Menyerah

Di dalam video itu, sang ibu meminta anaknya untuk segera pulang dan menemuinya dan anggota keluarga lain.

Puluhan Pelajar Di Lombok Tengah Tepar, Ini Penyebabnya

Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, harus mendapat perawatan di puskesmas setelah memakan gorengan.

Banjir Melanda Kota Samarinda, 9.444 Jiwa Di Lima Kelurahan Terdampak

Banjir melanda lima kelurahan di dua kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebanyak 9.444 jiwa terdampak.

Sejarah Hari Ini : 21 Oktober 1944, Serangan Kamikaze Pertama

Beragam peristiwa terjadi pada 21 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari ini, salah satunya serangan kamikaze untuk kali pertama oleh pasukan Jepang.

Nekat! Pemuda Mabuk di Minahasa Panjat Tower Listrik

Aksi pemuda di Watudambo, Minahasa Utara, Sulawesi Utara sungguh nekat, dalam kondisi mabuk memanjat tower listrik

Sindikat Narkoba Dibongkar, 22 Kg Sabu Disita

Pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari penangkapan tersangka pertama pada 16 September 2021 di Kabupaten Deli Serdang, dengan barang bukti 0,13 gram sabu-sabu.

Keroyok Anggota TNI AU, Lima Orang di Medan Ditangkap

Pengeroyokan anggota TNI AU tersebut terjadi di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

PD Masuk Tiga Besar, Elektabilitas PDIP Terus Turun

Naiknya tingkat elektabilitas Partai Demokrat antara lain karena posisinya sebagai oposisi sehingga dapat memanfaatkan kekurangan kebijakan pemerintah,