Tutup Iklan
Sejarah Pilkada Solo Dikuasai Cawali Dari Utara Jl Slamet Riyadi, Kebetulan?
Indariyanto, Sekretaris Ranting PDIP Pajang, Laweyan, Solo. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Sejarah pergantian kepemimpinan di Kota Solo sejak 2000 baik pemilihan di DPRD maupun pilkada langsung dikuasai calon wali kota atau cawali dari sisi utara Jl Slamet Riyadi.

Sebut saja sosok Slamet Suryanto yang menjadi Wali Kota Solo periode 2000-2005. Politikus PDIP itu berasal dari Kelurahan Gilingan, Banjarsari, yang notabene utara Jl Slamet Riyadi.

Setelah Slamet ada sosok Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010. Jokowi yang tinggal di Kelurahan Sumber, Banjarsari, kala itu berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo.

Kasus Baru! Perempuan Lansia Purwosari Jadi Pasien Positif Covid-19 Ke-43 di Solo

Pasangan ini memenangi Pilkada langsung pertama dalam sejarah Kota Solo pada 2005. Dalam Pilkada 2010 duet Jokowi-Rudy kembali mengulang sukses dengan unggul telak dari kompetitornya.

Namun perjalanan Jokowi sebagai Wali Kota Solo berakhir pada 2012 lantaran maju di Pilkada DKI Jakarta. Jabatan Wali Kota Solo lantas dilanjutkan oleh FX Hadi Rudyatmo. Sedangkan posisi Wawali digantikan Achmad Purnomo. Duet Rudy-Purnomo berlanjut menjadi pasangan pemimpin Solo setelah memenangi Pilkada 2015.

Ilmu Titen

Sejarah Pilkada itu menjadi salah satu pertimbangan Sekretaris Ranting PDIP Pajang, Solo, Indariyanto, dalam menentukan sikap politiknya. Seperti diberitakan, pengurus ranting PDIP Pajang, Solo, sejak April 2020, menyatakan dukungan kepada putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

3 Kali Kalah, Begini Perjalanan Gugatan Hukum Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan Solo

“Ini menjadikan bahan pemikiran, keyakinan kami, orang Jawa bilang ilmu titen. Histori berulang. Apakah ini kebetulan? Kalau berulang tiga kali menjadi keyakinan kami, pasti wali kota berikutnya dari utara Jl Slamet Riyadi,” ujar dia, Kamis (2/7/2020).

Sebagai kader PDIP yang sudah puluhan tahun berjuang untuk partai, Indariyanto tidak merasa cemburu dengan kondisi tersebut. “Saya dan teman-teman di selatan malah bangga dan puas, tidak kecewa atau cemburu,” imbuh dia.

Praktis! Bayar Tagihan Air PDAM Solo Bisa Pakai Dompet Digital, Begini Caranya

Disinggung ihwal figur Gibran, Indariyanto menyebut pengusaha kuliner itu punya potensi mengulang sejarah pilkada Solo yang dimenangi calon dari sisi utara Jl Slamet Riyadi.

Dia juga menilai Gibran punya potensi untuk memajukan Solo. Di usia masih muda, Gibran dinilai telah membuktikan mampu mengelola ribuan karyawan di bidang usaha kuliner yang digeluti.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho