Sejarah Hari Ini: 8 Mei 1945, Kemenangan Sekutu atas Jerman Dideklarasikan
Pemimpin negara Sekutu yang terdiri atas Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, Presiden AS Franklin D. Roosevelt, dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill (dari kiri ke kanan). (Wikimedia.org)

Solopos.com, SOLO — Presiden Amerika Serikat (AS) Harry S. Trauman dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill secara resmi mendeklarasikan kemenangan Sekutu atas Jerman dalam Perang Dunia II melalui siaran radio, 8 Mei 1945.

Deklarasi kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 8 Mei dan layak dikenang dunia. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 8 Mei:

1928
Jean Henri Dunant lahir di Jenewa, Swiss. Ia lantas dikenal sebagai pendiri Palang Merah yang merupakan organisasi kemanusiaan terbesar di dunia. Hari lahirnya kemudian dikenang sebagai Hari Palang Merang Sedunia sejak 1948.

Paus Pius XII. (History.com)
1939
Pemimpin Gereja Katolik Paus Pius XII meminta agar negara-negara di Eropa yang sedang berkonflik segera menempuh jalan damai dibanding harus meletuskan pertempuran militer. Hal itu ia lontarkan lantaran ketegangan di antara negara-negara di Eropa terus meningkat sebelum akhirnya meletus Perang Dunia II.

1942
Pertempuran Laut Karang di kawasan Oceania yang meibatkan pasukan Jepang dan pasukan Sekutu berakhir. Pertempuran tersebut berakhir karena kapal induk milik AS, USS Lexington, dan kapal pengangkut milik Jepang, Shoho, hancur. Jepang dianggap sebagai pemenang di pertempuran tersebut karena Sekutu menarik mundur pasukan mereka dari medan pertempuran.

1942
Pasukan Jerman mulai menyerang pasukan Uni Soviet di Semenanjung Krimea, Rusia dalam Pertempuran Semenanjung Kerch. Pertempuran tersebut berhasil dimenangi pihak Jerman hanya kehilangan 9.000 tentaranya. Sedangkan pasukan Uni Soviet kehilangan sekitar 170.000 tentaranya yang tewas.

1945
Pasukan Prancis membantai ratusan warga sipil di Provinsi Setif, Aljazair. Peristiwa tragis itu kini dikenang dengan istilah Pembantaian Setif.

1945
Panglima Jerman Wilhelm Keitel menaandatangani dokumen penyerahan Jerman tanpa syarat kepada Sekutu di Berlin, Jerman. Meski sudah menyatakan menyerah, pasukan Jerman masih ada yang bertahan di Praha, Cekoslowakia untuk melakukan pertempuran melawan Sekutu hingga beberapa hari.

1945
Presiden Amerika Serikat (AS) Harry S. Trauman dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill secara resmi mendeklarasikan kemenangan Sekutu atas Jerman melalui siaran radio. Kemenangan itu membuat ribuan rakyat Inggris merayakannya di halaman Istana Buckingham di London yang kebanyakan memakai pakaian berwarna merah, putih, dan biru.

1963
Tentara Vietnam Selatan di bawah perintah Presiden Ngo Dinh Diem menembaki umat Buddha yang menentang sebuah peraturan di negara tersebut. Presiden Ngo Dinh Diem sebelumnya telah mengeluarkan peraturan bahwa umat Buddha dilarang mengibarkan bendera Buddha meskipun pada Hari Raya Waisak. Peritiwa itu menewaskan sembilan orang dan memicu konflik berkepanjangan.

Paus Pius XII. (History.com)
1970
Sebelum bubar, The Beatles merilis album ke-12 sekaligus album terakhir mereka sebagai group band yang utuh bertajuk Let It Be. Sama seperti album sebelumnya, Let It Be berhasil merajai tangga lagu di radio-radio berbagai penjuru dunia, termasuk Inggris dan Amerika Serikat (AS).

1984
Uni Soviet mengancam akan memboikot Olimpiade yang digelar di Los Angeles, Calofornia, Amerika Serikat (AS). Hal itu dikarenakan ketegangan antara Uni Soviet dan AS selama Perang Dingin berlangsung. Empat tahun sebelumnya, AS juga memboikot Olimpiade yang digelar di Moskow.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom