Tutup Iklan
Sejarah Hari Ini: 5 September 1887, Banjir Sungai Kuning Telan 900.000 Nyawa
Sungai Kuning di Tiongkok. (Wikimedia.org)

Solopos.com, SOLO — Sungai terpanjang kedua di Tiongkok, Sungai Kuning, meluap dan mengakibatkan banjir besar, 5 September 1887. Bencana itu menelan sekitar 900.000 nyawa.

Banjir Sungai Kuning adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah di dunia yang layak dikenang pada 5 September. Berikut sejumlah peristiwa sejarah dunia pada 5 September yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

1887
Sungai terpanjang kedua di Tiongkok, Sungai Kuning, meluap dan mengakibatkan banjir besar. Akibat bencana itu, diperkirakan sekitar 900.000 jiwa melayang. Banjir besar tersebut juga memicu warga Tiongkok menjuluki Sungai Kuning sebagai Sungai Kesedihan Tiongkok.


Logo Tottenham Hotspur yang dipakai saat ini. (Tottenhamhotspur.com)
1882
Robert Buckle dan dua temannya mendirikan klub sepak bola dengan nama Hotspur Football Club di London Utara, London, Inggris. Kini, klub tersebut berganti nama menjadi Tottenham Hotspur dan menjadi salah satu klub sepak bola terbesar di Inggris. Hingga kini, Tottenham Hotspur telah mengoleksi dua gelar juara Liga Inggris, delapan Piala FA, empat Piala Liga, dan dua Piala UEFA.

1914
Salah satu pertempuran antara pasukan Sekutu dan pasukan Jerman dalam Perang Dunia I meletus di dekat Sungai Marne, dekat Paris, Prancis. Pertempuran yang lantas disebut dengan Pertempuran Marne itu berlangsug selama lima hari. Pasukan Sekutu yang terdiri atas pasukan Prancis dan Inggris berjumlah 1.071.000 tentara berhasil mengalahkan pasukan Jerman yang berjumlah 1.485.000 tentara.

1942
Pasukan Jepang ditarik mundur dari pertempuran di Teluk Milne, Papua Nugini melawan pasukan Sekutu yang terdiri atas pasukan Amerika Serikat (AS) dan Australia. Beberapa hari kemudian, Jepang resmi dinyatakan kalah dalam Pertempuran Teluk Milne. Kekalahan itu merupakan kekalahan besar pertama yang dialami Jepang di daratan semasa Perang Dunia II.

1943
Pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Bandara Lae Nadzab, dekat Lae, Papua Nugini dan lantas merebut bandara tersebut dari pasukan Jepang. Peristiwa itu merupakan salah satu serangan Sekutu yang menjalankan Kampanye Salamaua–Lae sejak beberapa bulan sebelumnya demi merebut wilayah Salamaua dan Lae yang manjadi basis militer Jepang.

1949
Robert Wolter Mongisidi meninggal dunia di Pacinang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada usia 24 tahun. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia. Kini, namanya dikenang sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.

1972
Kelompok teroris asal Palestina menyandera dan membunuh 11 atlet Olimpiade asal Israel di asrama atlet di Munchen, Jerman. Kelompok teroris itu mengatasnamakan diri mereka sebagai kelompok September Hitam. Kini, peristiwa tragis itu dikenang dengan nama Pembantaian Munchen.

1990
Tentara Sri Lanka membantai kaum minoritas yang mengungsi di Universitas Timur, dekat Kota Batticalo. Akibatbnya, 158 pengungsi tewas dalam peristiwa tersebut. Kini, tragedi itu dikenang dengan sebutan Pembantaian Universitas Timur.


Abdul Haris Nasution. (Wikimedia.org)
2000
Abdul Haris Nasution meninggal dunia pada usia 82 tahun di Jakarta. Sebelum meninggal dunia, A.H. Nasution telah menderita stroke. Semasa hidupnya, ia dkenal sebagai jenderal besar TNI berbintang lima.

2005
Pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan Mandala Airlines jatuh di Padang Bulan, Medan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Polonia, Medan. Akibatnya, 100 penumpang dari 112 penumpang tewas dan 49 orang di daratan tewas tertimpa pesawat. Kecelakaan pesawat tersebut disebabkan kesalahan pilot dan kondisi beberapa bagian pesawat yang tak berfungsi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho