Sejarah Hari Ini: 4 September 1998, Google Didirikan

Peristiwa-peristiwa penting dan bersejarah terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 4 September, salah satunya adalah pendirian Google. Demi mengenangnya, berikut Solopos.com menyajikan catatan peristiwa dunia hari ini, 4 September, yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org.

Sejarah Hari Ini: 4 September 1998, Google Didirikan

SOLOPOS.COM - Logo Google. (Google.com)

Solopos.com, SOLO — Dua mahasiswa dari Universitas Stanford, California, Amerika Serikat (AS), yakni Larry Page dan Sergey Brin, mendirikan Google, 4 September 1998. Kini, Google dikenal sebagai perusahaan multinasional yang bergerak pada bidang jasa dan produk Internet.

Didirikannya Google merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada hari ke-247—hari ke-248 dalam tahun kabisat—sesuai sistem Kelender Gregorian, 4 September. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 1 September yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 4 September:

476
Kaisar Romawi Barat, Romulus Augustus, diasingkan setelah kekuasaannya digulingkan oleh Odoacer yang mengklaim dirinya sebagai raja Italia. Peristiwa itu sekaligus menjadi tanda runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat.

929
Pasukan Kerajaan Jerman berhasil mengalahkan pasukan bangsa Slavia yang menyerbu wilayah Lenzen, Brandenburg, Jerman. Serangan bangsa Slavia itu merupakan bentuk perlawanan atas invasi pasukan Kerajaan Jerman di wilayah permukiman bangsa Slavia.


Panorama Los Angeles pada 1913. (Wikimedia.org)
1781
Orang-orang Spanyol berjumlah 44 orang mendirikan permukiman di tanah Amerika dengan nama El Pueblo de Nuestra Senora La Reina de Los Angeles de Porciuncula. Kini, wilayah tersebut dikenal dengan nama Los Angeles, salah satu kota di California, Amerika Serikat (AS).

1912
Pemberontakan orang-orang Albania terhadap pemerintahan Kesultanan Ottoman berakhir. Para pemberontak berhasil memaksa pemerintah Ottoman memberikan kelonggaran otonomi untuk wilayah Albania.

1941
Kapal selam milik Jerman melakukan serangan pertamanya semasa Perang Dunia II. Serangan kapal selam itu menimpa kapal perusak milik Amerika Serikat (AS) USS Greer di Samudera Atlantik bagian utara. Meski demikian, serangan kapal selam milik Jerman itu tak sampai membuat USS Greer tenggelam.

1944
Pasukan Inggris membebaskan Kota Antwerp di Belgia dari cengkeraman Jerman. Sebelumnya, pasukan Jerman telah menguasai Antwerp sejak Mei 1940.

1944
Tentara Finlandia menarik diri dari Perang Kontinuasi melawan Pasukan Uni Soviet yang berlangsung sejak 25 Juni 1941. Sekitar dua pekan kemudian, Finlandia secara resmi menyerah. Meski dinyatakan kalah dalam perang tersebut, kemerdekaan Finlandia masih dipertahankan, namun wilayah Pestamo dan Porkkala yang sebelumnya milik Finlandia dicaplok Rusia.


Tentara Amerika Serikat yang terlibat Operasi Swift. (Wikimedia.org)
1967
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan Vietnam Selatan memulai Operasi Swift demi mengalahkan tentara Viet Cong di Bukit Que Son, Vietnam Selatan. Operasi tersebut berlangsung selama 11 hari dan berakhir dengan kemenangan pasukan AS dan Vietnam Selatan.

1971
Pesawat Boeing 727 yang dioperasikan Alaska Airlines dari Anchorage, Alaska ke Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS) menabrak gunung di Haines Borough, dekat Juneau, Alaska. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 111 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Peristiwa tragis itu merupakan kecelakaan udara terburuk dalam sejarah Alaska Airlines.

1998
Google didirikan oleh dua mahasiswa dari Universitas Stanford, California, Amerika Serikat (AS), yakni Larry Page dan Sergey Brin. Kini, Google dikenal sebagai perusahaan multinasional yang bergerak pada bidang jasa dan produk Internet. Larry Page dan Sergey Brin sebagai pendiri kini hanya memiliki 16% saham perusahaan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 di Boyolali Menurun, Sudah Sepekan di Zona Kuning

Sudah sejak sepekan terakhir, Kabupaten Boyolali berada di zona risiko rendah atau zona kuning terkait persebaran Covid-19.

Lezatos! Sambal Tumpang Sorsi Kuliner Andalan di Sragen, Cuma Rp5.000 Hlo

Saat berkunjung ke Kabupaten Sragen jangan sampai melewatkan kuliner legendaris, sambal tumpang sorsi yang murah dan lezat.

Berpotensi Untung Besar, Pemuda Wonogiri Isi Waktu Luang dengan Budidaya Porang

Para pemuda di Wonogiri mulai tertarik membudidayakan porang karena tanaman itu dinilai mempunyai keunggulan lebih dibandingkan tanaman lain.

Anthony Ginting Gagal ke Final Olimpiade 2020, Masih Berpeluang Raih Perunggu

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke babak final cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

Warga di Masaran Sragen Kenakan Jas Hujan Saat Memandikan & Memakamkan Jenazah, Biar Aman

Kisah unik tentang warga Desa Jirapan, Masaran, Sragen, yang memandikan dan memakamkan jenazah salah seorang perangkat desa memakai jas hujan agar aman dari penularan Covid-19.

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.