Foto fenomenal berjudul Yahudi Terakhir di Vinnitsa menampilkan seorang pria Yahudi di dekat Vinnytsia yang akan ditembak mati seorang anggota Einsatzgruppe D, 22 September 1941. (Wikimedia.org)

Solopos.com, SOLO — Pada 22 September 1941, sekitar 6.000 orang Yahudi dieksekusi mati oleh pasukan khusus Jerman di Vinnytsia, Ukraina. Eksekusi itu dilakukan tepat saat Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah.

Pembantaian orang Yahudi di Tahun Baru Yahudi itu merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada hari ke-265—hari ke-266 dalam tahun kabisat—sesuai sistem Kelender Gregorian, 22 September. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 22 September yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 22 September:

904
Zhu Quanzhong membunuh pemimpin Dinasti Tang di Tiongkok, Zhaozong. Tiga tahun kemudian, ia berhasil naik takhta sebagai pemimpin di wilayah kekuasaan Dinasti Tang. Hal itu sekaligus menjadi akhir dari Dinasti Tang dan menjadi awal dari Dinasti Liang Akhir.

1789
Pasukan Rusia dan Austria mengalahkan pasukan Ottoman dalam Pertempuran Ramnic, di dekat Sungai Ramnicul Sarat, Wallachia. Atas kemenangan dalam salah satu pertempuran di masa Perang Rusia-Turki itu, Austria berhasil merebut wilayah Wallachia dari kekuasaan Ottoman.

1866
Pasukan Aliansi yang terdiri atas Brasil, Argentina, dan Uruguay menyerang wilayah Curupaity di Paraguay. Serangan itu dibalas pasukan Paraguay dan memicu pertempuran yang kini dikenang dengan nama Pertempuran Curupayty. Pertempuran yang berlangsung selama sehari itu berhasil dimenangi pasukan Paraguay. Hasil dari pertempuran tersebut juga merupakan kekalahan terbesar bagi pasukan Aliansi semasa Perang Paraguay.

1914
Kapal selam milik Jerman, SM U-9, berhasil menenggelamkan tiga kapal perang milik Inggris, yakni HMS Aboukir, HMS Hogue, dan HMS Cressy di perairan Broad Fourteens, dekat Belanda. Serangan kapal selam milik Jerman menggunakan torpedo itu menewaskan lebih dari 1.400 orang.

1941
Tepat pada hari perayaan tahun baru Yahudi, Rosh Hashanah, sekitar 6.000 orang Yahudi dieksekusi mati oleh pasukan khusus Jerman di Vinnytsia, Ukraina. Sebanyak 6.000 orang Yahudi itu merupakan tahanan yang selamat dari pembantaian sebelumnya saat 24.000 orang Yahudi dieksekusi mati.

Tank Sherman yang terlibat dalam Perang Kashmir Kedua. (Wikimedia.org)
Tank Sherman yang terlibat dalam Perang Kashmir Kedua. (Wikimedia.org)

1965
Perang Kashmir Kedua antara Pakistan dan India berakhir setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta kedua negara tersebut melakukan gencatan senjata. Perang yang disebabkan perebutan wilayah di perbatasan antara Pakistan dan India itu berlangsung selama kurang lebih lima pekan. Tak ada wilayah yang berubah setelah perang tersebut berakhir.

1968
Serangan Tet yang dilancarkan tentara Viet Cong di wilayah Vietnam Selatan berakhir. Serangan itu terdiri atas tiga fase yang dimulai sejak 30 Januari 1968. Meski Serangan Tet merupakan salah satu serangan terbesar semasa Perang Vietnam, tentara Viet Cong gagal mengalahkan pasukan Vietnam Selatan yang dibantu Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lainnya.

1980
Pasukan Irak menerobos wilayah Iran akibat masalah perbatasan yang berlarut-larut antara kedua negara. Peristiwa itu memicu Perang Irak-Iran yang berlangsung hingga 20 Agustus 1988. Perang tersebut berakhir dengan gencatan senjata atas mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Thiago Emiliano da Silva. (Reuters)
Thiago Emiliano da Silva. (Reuters)

1984
Thiago Emiliano da Silva lahir di Rio de Janeiro, Brasil. Kini, ia dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang membela salah satu klub raksasa di Eropa, yakni Paris Saint-Germain (PSG). Sejak bergabung dengan PSG pada 2012 silam, pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu telah bermain sebanyak 188 kali dan mencetak sembilan gol di ajang Ligue 1.

2013
Serangan bom bunuh diri mendera Gereja All Saints di Peshawar, Pakistan. Akibatnya, 127 orang tewas dan 250 orang lainnya luka-luka. kelompok Jundallah mengklaim sebagai pihak yang melakukan serangan tersebut. Setelah serangan itu terjadi, kelompok Jundallah mengancam akan terus melakukan serangan terhadap orang Kristen jika serangan yang dilakuka pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat (AS) di Pakistan belum dihentikan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten