Tutup Iklan
Ilustrasi pertempuran di Perang 1812. (Wikimedia.org)

Solopos.com, SOLO — Pada 18 Juni 1812, Amerika Serikat (AS) menyatakan perang terhadap Inggris. Perang AS-Inggris yang disebut sebagai Perang Tahun 1812 itu berakhir pada 1815 setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian damai.

Deklarasi perang dari AS ke Inggris itu merupakan salah satu dari sekian peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada 18 Juni. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun http://www.solopos.com">Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 18 Juni:

https://img.solopos.com/upload/img/arc%20(1).jpg" alt="" />Lukisan yang menggambarkan sosok Jeanne d’Arc. (Wikimedia.org)
1429
Pasukan Prancis yang dipimpin seorang wanita, Jeanne d’Arc, berhasil mengalahkan pasukan Inggris pimpinan John Fastolf dalam Pertempuran Patay di Patay, Prancis. Dari salah satu pertempuran dalam Perang Seratus Tahun itu, pasukan Inggris menelan banyak kerugian dengan kehilangan banyak tentaranya. Sekitar 2.500 tentara Inggris tewas, sedangkan Prancis hanya kehilangan 100 tentaranya.

1757
Pertempuran antara pasukan Austria dan pasukan Prusia meletus di Kolin, sebelah timur Kota Praha, Ceko. Dalam pertempuran itu, pasukan Austria yang dipimpin Count Leopold Joseph von Daun berhasil mengalahkan pasukan Prusia pimpinan Frederick II.

1812
Amerika Serikat (AS) menyatakan perang terhadap Inggris. Ada beberapa alasan yang membuat AS menyatakan perang terhadap Inggris, salah satunya adalah karena Inggris memberikan dukungan kepada Suku Indian untuk melawan ekspansi Amerika yang dilakukan bangsa Eropa. Perang AS-Inggris yang disebut sebagai Perang Tahun 1812 itu berakhir pada 1815 setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian damai.

1815
Pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte menelan kekalahan dari pasukan Koalisi pimpinan Adipati Wellington, Arthur Wellesley, dalam Pertempuran Waterloo. Kekalahan itu membuat Napoleon turun takhta untuk kali kedua. Beberapa hari kemudian, Napoleon diasingkan ke Pulau Saint Helena di Samudera Atlantik.

1941
Pasukan Inggris membombardir pantai Prancis yang diduduki Jerman saat pagi buta. Selain itu, pasukan Inggris juga membombardir sebagian kawasan di bagian barat Jerman, termasuk Dusseldorf dan Cologne. Serangan besar-besaran terhadap Jerman itu bertujuan untuk mencegah invasi Jerman ke Inggris.

1942
Paul Mc Cartney lahir di Liverpool, Inggris. Namanya kemudian dikenal luas sebagai musisi yang pernah menggawangi band legendaris asal Inggris, The Beatles. Paul masih aktif di dunia musik hingga kini. Ia bahkan tercatat sebagai musisi dengan pendapatan tertinggi di Inggris.

https://img.solopos.com/upload/img/revolusi%20kairo.jpg" alt="" width="500" height="352" />Lukisan yang menggambarkan sosok Jeanne d’Arc. (Wikimedia.org)
1953
Revolusi Mesir yang dimulai sejak 23 Juli 1952 berakhir. Dari revolusi tersebut, kekuasaan Dinasti Muhamad Ali di Mesir berakhir. Selain itu, Raja Farouk juga diasingkan ke Monako.

1964
Karena krisis makanan yang tak kunjung usai di Uni Soviet, pemimpin Uni Soviet Nikita Kuruschev datang ke Denmark untuk belajar mengenai pertanian. Namun, ia justru menyatakan tak mendapatkan pelajaran banyak dari Denmark.

1965
Pesawat pengebom milik Amerika Serikat (AS), B-52, melakukan serangan di markas-markas gerilyawan Vietnam Utara di dekat Kota Saigon, Vietnam Selatan. Selain menelan banyak korban jiwa, bom yang dijatuhkan dari ketinggian 30.000 kaki itu mengakibatkan kerusakan parah.

1979
Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter dan pemimpin Uni Soviet Leonid Brezhnev menandantangani Perjanjian Salt II untuk membatasi produksi senjata nuklir. Tetapi, karena tak kunjung rampungnya Perang Dingin dan Uni Soviet yang terus menginvasi Afganistan, pihak AS membatalkan perjanjian itu pada 1980.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten