Sejarah Hari Ini: 18 Agustus 1945, Soekarno Dilantik Jadi Presiden RI

Berbagai peristiwa bersejarah dan penting dari tahun ke tahun terjadi pada 18 Agustus.

 Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta menghadiri Konferensi Asia Afrika. (Asianews.it)

SOLOPOS.COM - Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta menghadiri Konferensi Asia Afrika. (Asianews.it)

Solopos.com, SOLO — Pada 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Selain itu pada hari yang sama UUD 1945 disahkan.

Masih banyak peristiwa lain yang terjadi pada 18 Agustus yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini:

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

684

Pertempuran antara pasukan Kekhalifahan Umayyah dan Suku Qays meletus di Marj Rahit, dekat Damaskus, Suriah. Pertempuran pada masa Perang Saudara Islam II itu berhasil dimenangi pasukan Umayyah dan berhasil mengamankan kekuasaanya di Suriah.

1304

Pasukan Kerajaan Prancis berhasil mengalahkan pasukan Flandaria dalam Pertempuran Mons-en-Pevele di Mons-en-Pevele, Flandaria. Pertempuran itu dipicu keinginan raja Prancis membalas dendam atas kekalahannya dari Flandaria pada Pertempuran Golden Spurs, dua tahun sebelumnya.

1487

Pengepungan Kota Malaga di Spanyol yang dilakukan pasukan Kerajaan Kastilia dan Kerajaan Aragon selama hampir dua pekan berakhir. Pasukan Kerajaan Kastilia dan Kerajaan Aragon berhasil merebut Kota Malaga dari cengkeraman Keamiran Granada.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Indonesia

1940

Pertempuran antarpesawat tempur yang melibatkan pasukan Inggris dan pasukan Jerman meletus di Selat Inggris. Pertempuran meletus setelah Adolf Hitler memerintahkan pasukannya menyerbu Inggris melalui udara. Tak ada pemenang dalam peristiwa itu.

1945

Sehari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau disingkat UUD 1945 disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). UUD 1945 merupakan konstitusi pemerintahan Indonesia yang berlaku hingga kini.

1945

Soekarno dan Mohammad Hatta dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pertama Indonesia. Soekarno menjabat sebagai presiden Indonesia hingga 12 Maret 1967. Tiga tahun kemudian, Soekarno yang juga dikenal sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia meninggal dunia di Jakarta dan dimakamkan Blitar, Jawa Timur (Jatim).

Baca juga: Mangkunegaran Berperan Penting dalam Perkeretaapian Indonesia

1949

Rudy Hartono Kurniawan lahir pada 18 Agustus 1949, dia adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang pernah memenangkan kejuaraan dunia pada 1980 dan Kejuaraan All England selama 8 kali pada 1960-an dan 1970-an.

1971

Australia dan Selandia Baru memutuskan menarik semua pasukan mereka dari Vietnam. Penarikan pasukan itu sekaligus mengakhiri keterlibatan Australia dan Selandia Baru pada Perang Vietnam.

1988

Kwon Ji-Yong lahir di Seoul, Korea Selatan (Korsel). Kini, ia dikenal sebagai penyanyi rap dengan nama panggung G-Dragon. Kwon Ji-Yong memulai kariernya di dunia hiburan sejak 2001 silam.

Baca juga: Spesial! Ini Makna Baju Adat Buton Dipakai Jokowi di HUT ke-77 RI

2005

Pemadaman listrik terjadi di seluruh wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Bali secara bersamaan. Sekitar 100 juta orang tak dapat menggunakan listrik selama tujuh jam. Hal itu dianggap sebagai pemadaman listrik terburuk di Indonesia sepanjang sejarah.

2013

Sebanyak 10.000 orang Suriah melintasi perbatasan negara mereka demi mengungsi ke Irak. Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan alasan mengungsi tak jelas. PBB mengaku kewalahan membendung para pengungsi tersebut.

2018

Kofi Atta Annan adalah diplomat Ghana yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-7 sejak Januari 1997-Desember 2006. Annan dan PBB adalah penerima Hadiah Perdamaian Nobel 2001. Annan meninggal pada 18 Agustus 2018.

 

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Tragedi Kanjuruhan: Polri Kirim Tim DVI & Dokter RS Bhayangkara ke Malang

      Kapolri memberangkatkan Tim DVI Mabes Polri dan dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya ke Malang guna mempercepat identifikasi korban dan pelayanan kesehatan kepada korban luka.

      Gas Air Mata, Penyebab Tragedi Stadion Nasional Peru, Kini Kanjuruhan

      Tragedi penembakan gas air mata yang menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), pernah terjadi di Lima, Peru yang mengakibatkan 328 orang tewas.

      Kompolnas akan Supervisi dan Evaluasi Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang

      Kompolnas akan melakukan supervisi dan evaluasi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur mulai dari persiapan pertandingan, antisipasi, dan pengamanan pertandingan sepak bola.

      Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan

      Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md. memberikan pembelaan atas tindakan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan suporter yang beringas.

      2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan profil Abdul Harris Nasution Jenderal TNI yang selamat dari peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.

      Uni Eropa Kecam Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia

      Rusia dianggap Uni Eropa sebagai ancaman bagi keamanan global.