Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

 Kaisar Jepang Hirohito. (Wikimedia.org)

SOLOPOS.COM - Kaisar Jepang Hirohito. (Wikimedia.org)

Solopos.com, SOLO — Pada 1 Desember 1941, Kaisar Jepang Hirohito memberikan keputusan final untuk berperang melawan Amerika Serikat (AS) dalam Perang Dunia II. Sepekan kemudian, Jepang menyerang pasukan AS di Pearl Harbor dan Filipina. Selain itu, Jepang mulai menginvasi wilayah Asia Tenggara yang dikuasai Sekutu.

PromosiKerangkeng Manusia dan Rehabilitasi Pecandu Narkoba Harusnya Bagaimana?

Peristiwa itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 1 Desember, hari ke-335 (atau ke-336 dalam tahun kabisat) pada kalender Gregorian.

Selain itu, masih banyak peristiwa bersejarah pada 1 Desember yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

640

Kedaulatan Portugal dipulihkan setelah sebelumnya negara tersebut dijadikan satu dengan Spanyol. Portugal disatukan dengan Spanyol pada 1580 dengan nama Uni Iberia. Joao IV lantas menjadi Portugal.

1918

Islandia yang merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Denmark resmi menjadi kerajaan berdaulat, namun masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Kerajaan Islandia berdiri hingga 1944 sebelum akhirnya memisahkan diri dari Denmark dan berubah menjadi negara republik.

Baca juga: Ini Dia Tukang Cukur Terkaya Pemilik 400 Mobil

1918

Pendirian Kerajaan Yugoslavia yang terdiri atas gabungan Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia resmi diproklamasikan. Kerajaan itu lantas runtuh pada 1945 dan berubah menjadi Republik Sosialis Yugoslavia. Negara tersebut benar-benar runtuh pada 1992 dan pecah menjadi sejumlah negara kecil.

1941

Kaisar Jepang Hirohito memberikan keputusan final untuk berperang melawan Amerika Serikat (AS) dalam Perang Dunia II. Sepekan kemudian, Jepang menyerang pasukan AS di Pearl Harbor dan Filipina. Selain itu, Jepang mulai menginvasi wilayah Asia Tenggara yang dikuasai Sekutu.

1950

Presiden Amerika Serikat (AS) Harry S. Trauman mengumumkan akan mengizinkan pasukannya—yang berada di kubu Korea Selatan—menggunakan bom atom dalam Perang Korea. Ia beralasan penggunaan bom atom akan mempercepat tercapainya perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Mohammad Hatta (Wikimedia.org)
Mohammad Hatta (Wikimedia.org)

1956

Mohammad Hatta secara resmi mengundurkan diri jabatannya sebagai wakil presiden. Hatta sebagai wali presiden pertama di Indonesia, sebenarnya sudah mengajukan pengunduran diri beberapa bulan sebelumnya, namun DPR menolaknya. Dengan mundurnya Hatta, kursi wakil presiden kosong sampai 1973.

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Muncul di Afrika, Sejumlah Negara Tutup Pintu

1958

Prancis memberikan kelonggaran kepada Afrika Tengah untuk mengatur negaranya sendiri. Meski demikian, Afrika Tengah yang dijajah Prancis sejak 1894 belum mendapatkan kemerdekaan penuh. Baru pada 13 Agustus 1960, negara tersebut benar-benar merdeka.

1960

Pemain bas The Beatles Paul Mc Cartney dan rekannya yang juga drumer pertama The Beatles, Pete Best, ditangkap di Hamburg, Jerman karena dituding akan melakukan pembakaran gedung. Akibatnya, dua musisi asal Liverpool, Inggris itu dideportasi dari Jerman.

1973

Australia memberikan wewenang kepada Papua Nugini untuk menjalankan pemerintahan secara mandiri. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 16 September 1975, Papua Nugini secara resmi menjadi negara merdeka berdaulat dan diakui dunia internasional.

Baca juga: Nekat, Pria Guatemala Menyusup di Roda Pesawat Hingga ke AS

1974

Pesawat Boeing 727 yang digunakan oleh TWA penerbangan 514 mengalami kecelakaan di barat laut Bandara Internasional Dulles, Virginia, Amerika Serikat, dan menewaskan 92 orang.

1988

Untuk kali pertama Hari Aids Sedunia diperingati. Hari tersebut diperingati demi menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep peringatan itu digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai program-program untuk Pencegahan AIDS pada 1988.

channel
Terminal Channel Tunnel sisi Inggris di Cheriton (Stephen Dawson via wikipedia)

1990

Terowongan Channel yang dibangun dari arah Britania Raya dan Prancis bersatu pada 40 meter di bawah dasar laut. Channel Tunnel atau Terowongan Channel adalah sebuah terowongan rel sepanjang 50 kilometer di bawah Selat Inggris (tepatnya di Selat Dover) yang menghubungkan Cheriton, Kent, di selatan Britania Raya, dan Coquelles, Calais di utara Prancis. Proyek berbiaya besar ini selesai dibangun pada 1994. Channel merupakan terowongan rel terpanjang ketiga di dunia setelah Terowongan Seikan di Jepang dan Terowongan Dasar Gotthard di Swiss.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini: 28 Januari 1871 Pengepungan Paris Berakhir

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 28 Januari.

Jokowi Dorong G20 dan B20 Aktif di Pemulihan Ekonomi Global

Presiden mengatakan Covid-19 mengajarkan pada semua pihak bahwa pandemi bukan hanya menjadi masalah namun sekaligus menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik.

Disebut Tempat Jin Buang Anak, Kalimantan Lebih Kaya dari Jawa

Jin buang anak merujuk kepada istilah untuk menunjukkan suatu daerah yang jauh dari keramaian, sepi, dan terbelakang dari sisi ekonomi.

Salim Said: Jokowi Dikuasai Oligarki, Praktikkan Nepotisme

salah satu bentuk ketidakberdayaan Jokowi menghadapi oligarki adalah diberikannya kekuasaan yang sangat besar kepada Luhut Binsar Panjaitan.

Kian Banyak Kritikan, Ini Curahan Hati Ustaz Yusuf Mansur

Salah satu yang disoroti Yusuf Mansur adalah kian banyaknya akun di media sosial yang mengkritik dirinya.

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Jos! Polri Sita Aset BLBI Senilai Rp5,9 Triliun

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, total aset tersebut berupa pengamanan dan penguasaan fisik dari aset yang dimiliki oleh obligor atau debitur dana BLBI.

60 Pegawai Positif Covid-19, Kemensos Lockdown 5 Hari

Kemensos pun memberlakukan pengaturan hari kerja pegawai untuk bekerja di rumah mulai Kamis (27/1/2022) hingga Senin (31/1/2022).

Wow! Logam Lumpur Lapindo Cocok untuk Pesawat Luar Angkasa

Kandungan logam lumpur Lapindo bisa dimanfaatkan untuk pembuatan mobil listrik hingga pesawat luar angkasa.

Sering Dikritik, Yusuf Mansur Doakan Yang Terbaik untuk Edy Mulyadi

Edy Mulyadi adalah salah satu orang mengkritik investasi Yusuf Mansur yang kini digugat sebagian investor.

Kasus Jin Buang Anak, Polisi Hadirkan 8 Saksi Ahli

Kasus jin buang anak yang menjerat wartawan senior sekaligus seorang Youtuber, Edy Mulyadi telah bergulir ke tingkat penyidikan.

Kongkalikong Bupati Kotim dan Dirjen Kemendagri di Korupsi Dana PEN

Dirjen Kemendagri memiliki kewenangan menyusun surat pertimbangan Menteri Dalam Negeri atas permohonan pinjaman dana PEN yang diajukan oleh pemerintah daerah.

Foto Airlangga-Khofifah Beredar, Pengamat: Tes Ombak

Kelompok tertentu ingin mengetes ombak untuk melihat sejauh mana respons publik terkait dengan bakal pasangan calon pada Pilpres 2024.

Ahok Calon Kuat Kepala Otorita Ibu Kota Negara

Ahok menjadi calon kuat yang diusulkan PDIP kepada Presiden Joko Widodo.

Dalit, Kasta yang Haram Disentuh dalam Stratifikasi Masyarakat India

India hingga saat ini menjadi negara yang masih menerapkan sistem kasta dari kepercayaan tua agama Hindu.

Buntut Tragedi Maut Diskotik Sorong, 2 Orang Ditahan

Penyidik masih mencari pelaku lainnya, termasuk otak dari aksi pertikaian yang memicu tragedi diskotik di Sorong.