PO Flores kini bernama Eka dan Mira (Youtube/Taufik RS)

Solopos.com, SOLO -- Dua bus "kembar" yang melayani trayek Surabaya - Solo, Eka dan Mira, hingga saat ini masih menjadi andalan para warga yang hilir mudik di jalur tersebut. Perusahaan otobus (PO) ini menjadi salah satu bus yang merajai trayek Surabaya - Solo.

Perjalanan panjang bus Eka dan Mira ini dimulai dengan nama bus Flores yang mulai beroperasi pada 1971. Kala itu, pemilik toko kain Flores di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), bernama Fendi Haryanto ingin mendirikan sebuah PO yang melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan trayek Surabaya - Solo. Fendi lalu mendirikan PO dengan nama Flores.

Saat itu, PO Flores sangat diminati para pelaju Jawa Tengah (Jateng) dan Jatim lantaran bus-bus tersebut dikenal kerap melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya pada 1981, sebuah bus Flores mengalami tragedi kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) Purwosari, Solo. Insiden tersebut memakan banyak korban jiwa dari kalangan rombongan SMP Wijana Jombang yang sedang dalam perjalanan wisata ke Yogyakarta.

Baca Juga: Solopos Hari Ini: Iran Akui Salah Sasaran

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari video berjudul Sejarah Bus Eka dan Mira Sampe Sekarang di kanal Youtube Taufik RS, gara-gara kecelakaan tersebut, DLLAJR Pusat (sekarang Dinas Perhubungan) melarang PO Flores melayani rute AKAP. Alhasil, manajemen akhirnya memotong rute bus Flores dari Surabaya hanya sampai perbatasan Jateng-Jatim, yakni di Mantingan, Ngawi, Jatim.

"Bus yang dikemudikan Marwan berisi siswa ditabrak KA yang melintas. Dishub melarang melayani trayek AKAP dan hanya beroperasi hingga Mantingan. Flores mengalami kesulitan pengoperasian kala itu. Banyak konsumen memilih bus lain. Kemudian, manajemen menyiapkan Eka dan Mira untuk rute Surabaya - Solo. Eka dan Mira nama anak-anak Fendi," demikian informasi di video tersebut.

Baca Juga: Sporty! Cerita Jekek Taklukkan Gunung di Pulau Jawa

Pada 1990, manajemen mengeluarkan terobosan baru dengan memperpanjang rute hingga Yogyakarta. Mereka juga membeli bus-bus baru produksi Malindo, perusahaan karoseri paling top saat itu. Sayangnya, beberapa bulan kemudian kecelakaan maut kembali terjadi saat sebuah bus menabrak truk bermuatan gas LPG. Insiden itu mengakibatkan sopir bus meninggal dunia.

Berbagai permasalahan tersebut tak membuat goyah manajemen untuk terus mempertahankan eksistensi bus Eka dan Mira di rute tersebut. Buktinya, hingga sekarang Eka dan Mira masih merajai rute Surabaya - Solo hingga Kota Jogja.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten