Sejak Kapan Khilafatul Muslimin di Wonogiri? Ini Jawaban Pemkab

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mengklaim telah mendeteksi keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Sukses tersebut sejak dua tahun terakhir.

 Spanduk penolakan warga terhadap kelompok Khilafatul Muslimin terpasang di depan rumah tempat kegiatan pendidikan kelompok tersebut di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (16/6/2022) (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Spanduk penolakan warga terhadap kelompok Khilafatul Muslimin terpasang di depan rumah tempat kegiatan pendidikan kelompok tersebut di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (16/6/2022) (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Wonogiri mengklaim telah mendeteksi keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Sukses tersebut sejak dua tahun terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonogiri, Teguh Setiyono, mengatakan pemerintah telah mengetahui kegiatan Khilafatul Muslimin. Bahkan, sejak dua tahun ini pemerintah dan aparat penegak hukum telah mengkaji, memantau, dan mendalami tentang Khilafatul Muslimin di Wonogiri.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Oleh karena itu, dia menyebut pelarangan aktivitas Khilafatul Muslmin di Wonogiri sudah melalui tahapan panjang. Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak memberikan izin kegiatan pendidikan Khilafatul Muslimin di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sudah mendeteksi Khilafatul Muslimin di Wonogiri sebelum peristiwa kali terakhir.

“Kondusivitas yang sudah bagus ini jangan sampai berubah menjadi kegaduhan dengan adanya itu [Khilafatul Muslimin] di Wonogiri. Maka perlu kehati-hatian dalam menangani kelompok Khilafatul Muslimin. Saya yakin pemerintah dengan aparat penegak hukum sudah mendeteksi itu sejak dari awal,” kata Teguh saat dihubungi Solopos.com, Senin (21/6/2022) malam.

Baca Juga : 7 Anggota Khilafatul Muslimin di Wonokerto Wonogiri Ditangkap

Selama itu pula, lanjutnya, pemerintah telah melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar masyarakat tidak bergabung dengan Khilafatul Muslimin. Beberapa cara yang ditempuh, pemerintah memaksimalkan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda).

Forum cegah dini dan penanganan konflik sosial juga dilibatkan agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat perihal kelompok tersebut.

“Selain itu, forum kerukunan antar umat beragama [FKUB] yang terdiri dari tokoh agama. Kami ajak memberikan pencerahan dan pendampingan kepada umat. Pemerintah juga melibatkan pemuda, tokoh mayarakat, dan RT/RW menjaga kondusivitas wilayah masing-masing. Jadi semua sudah sesuai tugas pokok dan fungsi,” ujar dia.

Dia optimistis sinergitas antarinstansi, antarforum, dan masyarakat mampu mencegah penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara Pancasila. Salah satu bukti, Teguh menyebut hanya satu orang yang terpengaruh dan bergabung dengan Khilafatul Muslimin.

Baca Juga : Eks Anggota Kisahkan Aktivitas Asrama Khilafatul Muslimin Wonogiri

“Dalam kasus ini porsi pemerintah memberikan pendampingan kepada anak-anak sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Pemerintah juga berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar agar tidak ada kegaduhan dan tidak terjadi konflik,” imbuh Teguh.

Hal senada disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Menurutnya, pemerintah daerah sudah jauh-jauh hari mendeteksi aktivitas Khilafatul Muslimin di Wonogiri. Pemerintah terus memantau perkembangan kegiatan yang dilakukan kelompok tersebut.

“Buktinya kami tidak memberikan izin pendirian sekolah Khilafatul Muslimin,” ujar Jekek, sapaan akrabnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

+ PLUS Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Berita Terkini

68 Polisi di Sragen Mendadak Diguyur Air Tujuh Sumber, Ini Maksudnya

Puluhan polisi itu sengaja disiram air lantaran naik pangkat pada momentum Hari Bhayangkara ke-76 di Mapolres Sragen, Jumat (1/7/2022).

Remaja Wonogiri Hamil 5 Bulan Sebut Guru Silatnya Orang Paling Berjasa

Remaja Wonogiri yang hilang diduga kabur setahun lalu menyebut sosok guru silatnya sebagai orang paling berjasa dalam hidupnya.

Guru Silat Remaja Wonogiri yang Hamil Mau Tanggung Jawab, Tapi...

Guru silat remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu disebut mau bertanggung jawab atas kehamilan anak didiknya, tapi kini malah membawa pengacara.

Remaja Wonogiri Hamil 5 Bulan, Ayahnya: Perut Kelihatan Buncit

Ayah remaja Wonogiri yang kini sedang hamil lima bulan setelah setahun hilang menyebut perut anaknya mulai membuncit.

Jembatan Mojo-Jurug B Solo Direhab, DPRD: Jangan Sampai Seperti Jonasan

Ketua Komisi III DPRD Solo YF Sukasno mengingatkan Pemkot agar mengantisipasi jangan sampai rehab proyek Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B justru merusak jembatan lain.

Listrik Dari PLTSa Putri Cempo Solo Bakal Dibeli PLN, Segini Harganya

Listrik dari PLTSa Putri Cempo, Mojosongo, Solo, yang rencananya beroperasi mulai Desember 2022 mendatang akan dibeli oleh PT PLN.

UNS Pasang EWS Indoor di 100 Rumah di Karanganyar, Ini Lokasinya

Ketua tim peneliti dari Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Ahmad Marzuki mengatakan timnya mengembangkan sensor indoor dan sudah dipasang pada 100 rumah di 11 desa di Kabupaten Karanganyar.

Kelurahan Gayam Sukoharjo Jadi Juara 1 Lomba Tiga Pilar Polda Jateng

Konsep Tiga Pilar adalah konsep kekompakan, keterpaduan, dan kerja sama dalam satuan lingkungan pemerintahan kelurahan atau desa antara lurah bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Hewan Kurban Wajib Ada SKKH, Begini Cara Peroleh SKKH di Boyolali

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengatakan SKKH untuk hewan yang digunakan untuk kurban di dalam daerah Boyolali dan ternak yang dikirim ke luar daerah berbeda.

Vaksinasi PMK di Boyolali Sasar Sapi Sehat, Untuk Sapi Sembuh?

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengungkapkan sapi-sapi yang sembuh dari PMK akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Kereta Kuda dan Permainan Volume Besar Dilarang di CFD Klaten

CFD Jl Mayor Kusmanto Klaten digelar di sepanjang ruas jalan dari simpang empat Pandanrejo hingga simpang lima Bramen dan digelar saban Minggu pukul 05.00 WIB-09.00 WIB.

Begini Alasan Organda Wonogiri Pamor Bus Bumel Makin Menurun

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wonogiri, Edi Purwanto, menyebut menurunnya pamor bus bumel tak terlepas oleh sikap masyarakat yang memiliki kecenderungan mulai meninggalkan transportasi umum.

Polisi Selidiki Kasus Meninggalnya Warga Sragen Wetan, Ada Kejanggalan?

Polres Sragen tengah menangani kasus kematian seorang ibu di Sragen Kota yang dinilai ada kejanggalan

Warung Makan Solet di Makamhaji Kartasura, Lokasi Ndelik Tapi Ramai

Warung Solet menyajikan aneka menu masakan jawa. 

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Tanpa Potensi Hujan

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Jumat (1/7/2022) akan sama seperti kemarin. Cuaca berawan mendominasi tanpa ada potensi turun hujan.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Lebih Bersahabat

Cuaca cerah berawan akan menemani Anda, warga di Karanganyar, mengawali  Jumat (1/7/2022) pagi ini. Tak perlu khawatir akan turun hujan karena prakiraan cuaca Karanganyar hari ini akan didominasi berawan.