SOLOPOS.COM - Workshop Jurnalistik Kakanwil DJP Jateng II di Red Shapire Hotel Solo Paragon, Kamis (27/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Rahmat Wibisono)

Workshop Jurnalistik Kakanwil DJP Jateng II di Red Shapire Hotel Solo Paragon, Kamis (27/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Rahmat Wibisono)

SOLO — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II, Kamis (27/6/2013), menggelar Workshop Jurnalistik di Red Shapire, Hotel Solo Paragon. Kegiatan yang menggandeng Solo Pro selaku event organiser itu menghadirkan sejumlah pembicara dari Lembaga Pendidikan Jurnalistik Solopos (LPJS), seperti Rahmat Wibisono dan Syifaul Arifin.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Rahmat Wibisono dalam kesempatan itu menyajikan materi terkait Kebijakan dan Manajemen Redaksi. Sedangkan Syifaul Arifin menyampaikan materi penyajian Gagasan di Media Massa. “Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, peserta mampu menyeimbangkan opini publik soal Direktorat Jenderal Pajak yang selama ini dianggap sebagai bahan berita yang seksi oleh wartawan,” kata Widi Apidianto, Kasi Humas Direktorat Jenderal Pajak Jateng II yang mewakili Kakanwil.

Terungkap dalam kesempatan itu bahwa setelah mencuatnya dugaan keterlibatan seorang pegawai DJP, Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, dalam mafia kasus pajak pada 2010, seluruh jajaran DJP merasa terus-menerus dipojokkan. Penyimpangan wewenang Gayus Tambunan yang sejatinya diungkap sendiri oleh kalangan DJP demi keselamatan negara itu bahkan sempat mengarah kepada opini negatif seperti ajakan boikot membayar pajak.

Demi membendung guliran tak produktif opini publik semacam itulah, Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II membekali jajarannya dengan kemampuan menulis naskah opini demi menyeimbangi muatan media massa dengan pemikiran-pemikiran rasional yang tetap mengedepankan sikap nasionalis. Jajaran DJP selanjutnya diharapkan aktif menulis di media massa demi menyosialisasikan pemikiran rasional melalui naskah-naskah opini yang propembayaran pajak di media massa.

Setelah memahami tentang manajemen redaksi dan cara berpikir insan pers bersama Bison—sapaan akrab Rahmat Wibisono— para peserta diajak Syifaul Arifin memahami anatomi tulisan opini yang biasa dimuat media massa cetak. Ke-54 peserta yang mewakili kantor kantor pelayanan pajak (KPP) pratama, serta kantor-kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan (KP2KP) di wilayah DJP Jawa Tengah II itu selanjutnya diajaknya praktik menulis naskah opini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya