Kategori: Sragen

Sehari 3 Pasien Positif Covid-19 Sragen Meninggal, Kasus Baru Tambah 47 Orang


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Kabupaten Sragen kembali mencatatkan jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia lebih dari satu orang dalam sehari. Tiga pasien positif Covid-19 meninggal pada Kamis (3/12/2020) sehingga total kasus kematian pasien corona naik dari 64 orang menjadi 67 orang.

Sedangkan angka kasus konfirmasi positif baru juga bertambah sebanyak 47 orang pada hari yang sama. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto kepada Solopos.com yang menghubunginya, Kamis malam, menyampaikan tambahan 47 kasus itu menjadikan kumulatif kasus positif Covid-19 naik dari 1.526 orang menjadi 1.573 orang.

Hargiyanto menyampaikan tiga pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia karena merupakan pasien simptomatik. Ketiga pasien yang meninggal itu pertama, SP, 61, warga Sidodadi yang meninggal di RSUD dr Moewardi Solo.

Kasus Kematian Pasien Covid-19 Solo Meningkat, Tim Kamboja Urung Bebas Tugas

Pasien positif Covid-19 Sragen selanjutnya adalah J, 65, warga Suwatu, Tanon, yang meninggal di RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen. Terakhir W, 53, warga Toyogo, Sambungmacan, Sragen, yang meninggal di rumah sakit swasta Solo Baru.

Sedangkan 44 orang pasien baru lainnya berasal dari Sidoharjo sembilan orang, Karangmalang sembilan orang, Masaran tiga orang, Gemolong dua orang, Sambirejo tiga orang, Gondang satu orang. Selanjutnya Plupuh satu orang, Miri enam orang, Mondokan enam orang, Kalijambe tiga orang, dan Tanon satu orang.

Alat Tes Swab PCR

Dari kumulatif pasien positif Covid-19 Sragen sebanyak 1.573 orang itu perinciannya 411 orang rawat inap, 1.095 orang sembuh, dan 67 orang meningal dunia.

Mimpi Apa Coba, Ibu Rumah Tangga Sukoharjo Dapat Grandprize Suzuki All New Ertiga Dari BRI

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan untuk menekan laju peningkatan kasus Covid-19, ia mendorong agar alat swab test PCR RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen segera beroperasi.

Dedy sudah memberi batasan waktu selama dua pekan agar alat PCR itu segera uji coba. “Kuncinya terletak pada izin dari Kementerian Kesehatan. Kalau izin tidak turun, bantuan reagen juga tidak ada,” ujarnya.

Dedi mengatakan program satu organisasi perangkat daerah (OPD) satu kecamatan sudah ada pembagian tetapi untuk teknis pekerjaan dan tugasnya masih proses penyusunan. Penyusunan teknis kerja tersebut masih terbentur dengan kegiatan penyerapan anggaran masing-masing OPD.

Langgar Netralitas ASN, Kasi Kecamatan & Kepala SMPN Di Sukoharjo Dijatuhi Sanksi

“Senin [7/12/2020], Bupati sudah masuk. Kami akan mintakan tanggapan dari Bupati [Kusdinar Untung Yuni Sukowati] bagaimana. Beberapa OPD masih cukup rendah serapan anggarannya,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat juga segera memberikan vaksin yang sebelumnya telah ada jaminan efektivitas, keamanan, dan kehalalannya sehingga masyarakat bisa menerima.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih