Petugas kepolisian melakukan olah TKP pengayuh becak meninggal di Kemlayan, Kecamatan Serengan, Solo, pada Rabu (27/2/2019) siang. (Istimewa-Dok. Humas Polresta Surakarta)

Solopos.com, SOLO — Dalam sehari, dua orang ditemukan meninggal dunia di tempat umum di Kota Solo, Rabu (27/2/2019). Lokasi penemuan kedua jenazah itu berbeda, yakni di Kecamatan Jebres dan Serengan.

Kedua warga itu terdiri atas Bambang Mulato, 54, warga Kecamatan Jebres, yang  ditemukan meninggal dunia saat hendak memperbaiki lemarinya di sebuah bengkel di Kelurahan Jagalan, Jebres. Selain itu, Paijo, 57, warga Tedung Gulon, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang bekerja sebagai pengayuh becak ditemukan meninggal dunia di dalam becaknya di Kemlayan, Kecamatan Serengan, sekitar pukul 10.50 WIB.

Kapolsek Jebres Kompol Juliana mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo kepada solopos.com mengatakan bambang Mulato saat menunggu lemarinya diperbaiki sempat berbincang dengan warga sekitar. Namun, secara tiba-tiba dia memegang dadanya dan tersungkur.

“Bhabinkamtibmas yang meneruskan laporan masyarakat kemudian personel Kepolisian segera menuju tempat kejadian perkara. Korban sempat dibawa ke klinik terdekat namun korban sudah meninggal dunia,” ujar Juliana.

Dia menambahkan menunggu kepastian terkait penyebab kematian korban. Menurut Juliana, tidak ada unsur penganiayanan maupun dugaan bunuh diri.

Sementara itu, Paijo sebelum meninggal diduga dalam kondisi sakit atau terkena serangan jantung. Kanit Reskrim Polsek Serengan, Ipda Budi Santoso, mengatakan Paijo mendapat penumpang becak untuk diantarkan ke wilayah Coyudan.

Saat menunggu penumpangnya berbelanja, ungkap Budi Santoso, Paijo menunggu di dalam becak sembari tiduran. Seorang saksi, Taufik, yang melihat korban tidur telentang curiga dan lantas mengecek kondisi korban dan menemukan korban telah meninggal dunia.

“Dari olah TKP yang dilakukan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan diduga memang korban meninggal karena sakit. Jenazah korban dibawa ke RS dr. Moewardi untuk menunggu keluarga korban datang,” ujar Budi Santoso. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten