Warga dan petugas pemadam kebakaran memadamkan bara api yang tersisa di tumpukan jerami milik Suwarto di Dukuh Ceme RT 001, Desa Wonotolo, Gondang, Sragen, Minggu (6/10/2019). (Istimewa/Mukhlisin)

Solopos.com, SRAGEN -- Dua kebakaran terjadi dalam sehari di wilayah Miri dan Gondang, Sragen, Minggu (6/10/2019). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut tetapi kerugian material diperkirakan jutaan rupiah.

Kebakaran pertama terjadi di Dukuh Pelem RT 014, Desa Geneng, Miri, Sragen, pukul 11.25 WIB. Satu kandang sapi milik Zarkoni, 70, dilalap api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan peristiwa tersebut berawal saat Zarkoni membakar sampah di sekitar kandang sapi pada pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Giliran Pabrik Tekstil di Sambungmacan Sragen Terbakar

Zarkoni lalu meninggalkan bakaran sampah begitu saja. Sesaat kemudian api menjalar ke kandang sapi miliknya.

Pada saat kejadian Zarkoni duduk di teras. Warga yang melihat kejadian itu langsung menyelamatkan Zarkoni yang sudah berkurang penglihatan maupun pendengarannya lebih dulu.

"Baru setelah itu warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya," ujar Sugeng saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Sugeng menjelaskan api dipadamkan secara swadaya masyarakat dibantu unit Pemadam Kebakaran wilayah Gemolong. Pada pukul 12.00 WIB, api sudah berhasil dipadamkan.

"Hewan ternak bisa diselamatkan. Yang terbakar atap kandang sapi berukuran 12 meter x 6 meter. Kerugian diperkirakan Rp1 juta," ujar Sugeng.

Kebakaran kedua terjadi di Dukuh Ceme RT 001, Desa Wonotolo, Gondang, Sragen, pukul 13.30 WIB. Calon kepala desa (cakades) Wonotolo terpilih, Mukhlisin, yang kebetulan tinggal di lingkungan RT 001 Dukuh Ceme, Wonotolo, Gondang, menyampaikan gudang jerami milik Suwarto, 40, terbakar.

Baca juga: Petani Doyong Sragen Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gudang Mebel Ekspor

Kebakaran itu diduga akibat ulah anak bungsu Suwarto yang bermain korek api untuk membakar sesuatu dekat gudang jerami. Setelah main bakar-bakaran itu kemudian ditinggal.

Sisa bara api yang ada merembet ke tumpukan jerami. Di dekat tumpukan jerami itu ada kayu-kayu bekas bongkaran rumah yang ikut terbakar.

"Peristiwa itu diketahui warga lalu ramai-ramai memadamkan api tetapi api terus membesar hingga akhirnya meminta bantuan tim pemadam kebakaran dari Sragen," ujar Mukhlisin saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Dia menerangkan dua unit mobil pemadam kebakaran didatangkan untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB.

Dia menyampaikan tidak ada korban jiwa tetapi hanya kerugian material yang mencapai jutaan rupiah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten