Tutup Iklan

Seharga Motor, Berkas Pledoi Jessica Wongso Habiskan Rp17,5 Juta!

Seharga Motor, Berkas Pledoi Jessica Wongso Habiskan Rp17,5 Juta!

SOLOPOS.COM - Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso bersiap mengikuti sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016). Jessica dalam sidang sebelumnya dituntut hukuman 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum atas sangkaan menaburkan racun sianida ke dalam Vietnamese Ice Coffe Mirna. (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Dengan ketebalan 3.000 halaman, biaya cetak dan penggandaan berkas pledoi Jessica Wongso senilai Rp17,5 juta.

Solopos.com, JAKARTA — Nota pembelaan atau pledoi Jessica Kumala Wongso yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu-Kamis (12-13/10/2016) siang. Pledoi ini sangat panjang dan terdiri atas 3.000 halaman sehingga tak mungkin bisa dibacakan seluruhnya.

Di akhir sidang Kamis ini, berkas pledoi tersebut diperlihatkan seluruhnya dan terlihat sangat tebal serta tinggi. Berkas tersebut dijilid dalam delapan bundel yang dibagikan kepada majelis hakim dan lima jaksa yang bertugas dalam kasus Jessica.

Pengacara yang juga sepupu Jessica Wongso, Yudi Wibowo Sukinto, mengungkapkan kepada Liputan6.com bahwa tim kuasa hukum harus mengeluarkan dana senilai Rp17,5 juta untuk menggandakan berkas pleidoi tersebut atau senilai skuter matik. Biaya mahal tersebut dikeluarkan untuk pencetakan dan foto kopi berkas yang sangat tebal.

“Biaya foto kopi Rp17,5 juta. Setiap bundelnya sekitar Rp3 juta lah ya kira-kira,” ujar Yudi Wibowo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016). Baca juga: Pledoi Jessica Wongso Mencapai 3.000 Halaman.

Menurut Yudi, proses cetak dan foto kopi berkas pleidoi itu membutuhkan waktu selama dua hari. ?”Pengerjaan selama dua hari difotokopi di daerah Salemba, Jakarta Pusat,” tutur dia.

Menurut pengacara Jessica, Otto Hasibuan, pledoi ini adalah yang terpanjang sepanjang kariernya sebagai pengacara. Karena itu, dia akan meminta izin untuk hanya membacakan poin-poin penting dalam pledoi tersebut.

“Ini pledoi yang paling panjang yang pernah saya buat. Kalau dibacakan semua, bisa seminggu [sepekan] bacanya. Jadi, kalau bisa, kami akan bacakan poin-poinnya saja,” kata Otto saat dihadirkan TV One live dari luar ruang persidangan PN Jakarta Pusat, Rabu. Baca juga: Jessica Dituntut 20 Tahun Penjara.

Otto mengklaim bukan dirinya yang membuat kasus ini jadi ribet. Pledoi ini jadi panjang karena konstruksi tuntutan jaksa yang juga panjang pekan lalu. Kuasa hukum menuliskan semua fakta hukum baik yang disampaikan jaksa maupun bantahannya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.