Segini Total Harta Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang?

Jumlah harta warisan Oei Tiong Ham, pengusaha terkaya asal Semarang, Jawa Tengah, yang dijuluki sebagai Raja Gula Asia, yang sangat banyak sempat menjadi sengketa.

 Oei Tiong Ham, pengusaha terkaya asal Semarang yang dijuluki sebagai Raja Gula Asia. (Twitter/@potrtetlawas)

SOLOPOS.COM - Oei Tiong Ham, pengusaha terkaya asal Semarang yang dijuluki sebagai Raja Gula Asia. (Twitter/@potrtetlawas)

Solopos.com, SEMARANG — Oei Tiong Ham disebut sebagai pengusaha terkaya pertama di Asia Tenggara. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 19 November 1866 itu bahkan dijuluki sebagai Raja Gula Asia berkat kesuksesannya dalam mengeruk manisnya bisnis gula. Sayangnya harta warisan darinya sempat menjadi sengketa sampai akhirnya disita oleh negara.

Berbagai sumber yang Solopos.com telusuri pada Rabu (26/1/2022) tidak menyebutkan dengan pasti berapa jumlah harta kekayaan pria keturunan China ini. Namun, Raja Gula Asia itu disebut-sebut memiliki kekayaan sekitar 200 juta hingga 500 juta gulden.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Semasa hidupnya, dia mendapat gelar Manusia 200 Juta Gulden, sebagaimana ditulis dalam buku Konglomerat Oei Tion Ham, Kerajaan Bisnis Pertama di Asia Tenggara yang terbit pada 1991. Hal ini karena dia menjadi penguaha pertama yang kekayaannya kala itu menembus angka 200 juta gulden atau sekitar Rp27 triliun.

Baca juga: Kisah Si Raja Gula Asia, Pengusaha Terkaya dari Semarang

Pengelola akun Twitter @potretlawas pada 29 September 2018 mengulas tentang hal tersebut melalui sederet kicauan. Dalam kicauan tersebut dijelaskan saat Oei Tiong Ham meninggal, bisnisnya diwariskan kepada Oei Tjong Swan, Oei Tjong Hauw, dan tujuh anaknya yang lain.

Dua anak tertuanya, Oei Tjong Lan dan Oei Hui Lan, masing-masing mendapat warisan satu juta dolar. Sebanyak 200.000 dolar diwariskan kepada Oei Tjong Tiong. Sisanya, sebanyak 26 anak sahnya hanya mendapatkan jaminan hidup.

Sampai pada akhirnya harta warisan pengusaha terkaya asal Semarang itu menjadi sengketa yang berujung gugatan pengadilan oleh Oei Tjong Tee dan Oei Tjong Joe. Mereka menuduh sang ayah berada di bawah pengaruh istri terakhir, Ho Kiem Hoa Nio.

Baca juga: Megah, Ini Potret Istana Pengusaha Terkaya Asia di Semarang

Kasus sengketa harta warisan ini pun menyedot perhatian publik. Untuk kali pertama khalayak menikmati drama keluarga konglomerat asal Semarang. Berbagai media massa nasional dan internasional membahas kasus yang amat menarik ini.

Di antaranya koran Sinpo edisi 11 Juli 1924, Hanpo edisi 25 Oktober 1927, Swara Publik edisi 17 Maret 1931. Selain itu ada juga wawancara dengan anak sulung Oei Tiong Ham, Oei Tjong Ie yang diterbitkan Southeast Asian Studies edisi September 1989.

Baca juga: Begini Kondisi Istana Pengusaha Terkaya Asia Tenggara di Semarang

Harta Warisan

Koran Sinpo menyebutkan harta warisan pengusaha terkaya Asia Tenggara asal Semarang ini jumlahnya sekitar Rp450 juta. Sebelum meninggal dia menulis surat wasiat tentang pembagian warisan yang hanya boleh dibuka setelah jasadnya dikubur.

Pembagian harta warisan itu menjadi sengketa karena status Oei Tiong Ham yang berada di dua ketentuan hukum, Singapura dan China. Jika dia mengikuti hukum China, maka harga peninggalannya akan dibagikan kepada para putranya. Sementara anak-anak perempuannya tidak bisa menerima apa-apa.

Menurut sumber dari Wikipedia, harta warisan itu dibagikan kepada delapan orang putranya yang masing-masing mendapat 200 juta gulden. Namun pada akhirnya seluruh aset milik Raja Gula Asia itu, Oei Tiong Ham Concern (OTHC) disita pemerintah Indonesia pada zaman pemerintahan Presiden Sukarno, tepatnya pada tahun 1963.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Umbi Kimpul, Calon Pengganti Nasi yang Diperkenalkan Kementan

      + PLUS Umbi Kimpul, Calon Pengganti Nasi yang Diperkenalkan Kementan

      Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan talas belitung atau yang dikenal dengan umbil kimpul sebagai calon pengganti nasi dari beras. Kimpul dinilai cocok untuk penderita diabetes dan menu diet sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan.

      Berita Terkini

      Bela Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak Ternyata Ketua Partai Politik

      Ia adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera (PDRIS).

      Kejaksaan Agung Terima Berkas Perkara Ferdy Sambo dkk

      Kejagung menerima pelimpahan berkas perkara Ferdy Sambo dkk. dan langsung melakukan penelitian.

      Perjalanan Putri Sambo: Dari Laporan Polisi Berbalik ke Ancaman Jeruji Besi

      Seperti empat tersangka lainnya, Putri Sambo dijerat Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 38 KUHP terkait pembunuhan berencana.

      Divisi Propam Proses Pemecatan Irjen Pol Ferdy Sambo

      Untuk diketahui, saat ini Putri Sambo mempunyai seorang anak kecil berusia 1,5 tahun.

      Belum Ditahan karena Alasan Sakit, Putri Sambo Punya Anak Balita

      Untuk diketahui, saat ini Putri Sambo mempunyai seorang anak kecil berusia 1,5 tahun.

      Ajaib! Siswa Hanya Luka Ringan setelah Jatuh dari Lantai III Sekolah

      Seorang siswa berkebutuhan khusus, MR, 14, selamat dari maut setelah terjatuh dari lantai tiga sekolahnya.

      Umbi Kimpul, Calon Pengganti Nasi yang Diperkenalkan Kementan

      Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan talas belitung atau yang dikenal dengan umbil kimpul sebagai calon pengganti nasi dari beras. Kimpul dinilai cocok untuk penderita diabetes dan menu diet sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan.

      Dua Penembakan Misterius di Cengkareng, Bank dan Toserba Jadi Korban

      Tembakan misterius itu terjadi di kantor salah satu bank swasta dan toko serba ada (toserba) di Cengkareng.

      Guru Bela Diri Ditangkap, Diduga Cabuli Murid Bertahun-Tahun

      Seorang guru bela diri berinisial MR, 25, ditangkap aparat Polres Malang, Jawa Timur karena diduga mencabuli muridnya selama bertahun-tahun.

      Tiga Tantangan Menuju Transformasi atau Krisis Multidimensi

      Dalam konteks Indonesia, ekonomi digital, krisis iklim, dan pandemi Covid-19 adalah tiga tantangan yang menawarkan sebuah peluang transformasi multidimensional bila dapat dikelola dengan baik.

      Kuatnya Sambo Dulu, Eks Kabareskrim: Jenderal Bintang Tiga Pun Takut

      Sambo yang menjabat Kepala Divisi Propam bisa menentukan hitam putihnya nasib seorang polisi sehingga jenderal bintang tiga pun takut jika terindikasi melanggar aturan.

      CCTV Vital pada Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J Ditemukan

      Timsus Polri berhasil menemukan CCTV yang disebut-sebut vital karena merekam situasi sebelum, sesaat, dan setelah peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J pada 8 Juli 2022.

      6 Polisi Diduga Halangi Penyidikan Kasus Brigadir J, Ini Identitasnya

      Timsus Polri menyebut 6 orang diduga melakukan tindak pidana obstruction of justice atau menghalangi proses penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

      Bupati Mukomuko Perjuangkan Belasan Mantan Koruptor Jadi ASN

      Alasan Bupati Mukomuko memperjuangkan mantan narapidana kasus korupsi itu karena alasan kemanusiaan.

      Rekomendasi Aplikasi Video di Laptop, untuk Pemula dan Profesional

      Sebagai konten kreator atau Youtuber pemula tentu harus belajar editing video, berikut rekomendasi aplikasi video di laptop.

      Menteri Luhut Isyaratkan Harga BBM Segera Naik

      Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM pada pekan depan.