Segel KPK di Kemenpora Dibuka, Sesmenpora Bantah Ruang Menteri Disegel
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) memberikan keterangan kepada media tentang OTT yang dilakukan oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora ke KONI, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/12/2018). (Antara-Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA -- Segel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di ruang Asdep Olahraga Prestasi telah dibuka dan aktivitas pegawai yang ada sudah berjalan seperti biasa. Ruang kerja Menpora yang sempat digeledah juga berfungsi seperti biasa.

"Memang benar, segel KPK sudah dibuka. Jadi kinerja pegawai sudah berjalan," kata Menpora Imam Nahrawi seusai Refleksi Akhir Tahun 2018 di Masjid Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Ruangan Asdep Olahraga Prestasi yang berada di PPITKON Kemenpora disegel oleh KPK sejak Selasa (18/12/2018) malam. Dengan demikian semua aktivitas kantor tersebut terhenti total. Apalagi tiga orang PNS di Kemenpora sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah ke KONI.

Pejabat Kemenpora yang menjadi KPK adalah Deputi IV Kemenpora sekaligus yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP), dan kawan-kawan; serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kemenpora dan kawan-kawan. Menpora berharap pembukaan segel KPK bisa membuat aktifitas berjalan normal mengingat Deputi IV merupakan tulang punggung peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Apalagi, kata Imam, saat ini atlet Indonesia sudah bersiap diri untuk menghadapi SEA Games 2019 maupun kualifikasi Olimpiade 2020. "Saat ini sudah banyak cabang olahraga yang mengajukan proposal. Ini tidak boleh terganggu. Makanya kami telah menunjuk Plh Deputi IV Pak Candra Bhakti hingga PPK dan KPA," kata Imam Nahrawi menambahkan.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menjelaskan sebelum segel dibuka, pihak KPK terlebih dahulu melakukan penggeledahan untuk mencari data yang dibutuhkan. Tidak hanya ruang Asdep Olahraga Prestasi, namun di bebarapa titik termasuk ruang Menpora Imam Nahrawi.

"KPK datang ke Kemenpora pukul 13.30 WIB kemarin, Kamis [20/12/2018]. Mereka langsung menuju ruang Pak Menteri. Setelah itu ke Deputi IV serta ke ruang di atas kantin dimana E sering tinggal. Perlu diingat ruang Pak Menteri tidak disegel. Segel dibuka sekitar pukul 17.00 WIB," katanya.

Pada OTT oleh KPK, tidak hanya dari pihak Kemenpora yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun juga dari pihak KONI yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA). Dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus itu, tim KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain uang sebesar Rp318 juta, buku tabungan dan ATM (saldo sekitar Rp100 juta atas nama Jhonny E Awuy yang dalam penguasaan Mulyana), mobil Chevrolet Captiva warna biru milik Eko Triyanto serta uang tunai dalam bingkisan plastik di kantor KONI sekitar sejumlah Rp7 miliar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom