SOLOPOS.COM - Ilustrasi santriwati korban pelecehan seksual. (Freepik.com)

Solopos.com, KULONPROGO — Santriwati berinisial AS, 15, yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh kiai pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, saat ini masih mengalami trauma. Bahkan, santriwati tersebut kerap terlihat linglung dan tidak fokus.

Kuasa hukum AS, Tommy Susanto, mendesak Polres Kulonprogo segera mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami santriwati di ponpes tersebut. Hal itu dikarenakan ada dugaan korban perbuatan pengurus ponpes tersebut lebih dari satu orang.

Promosi Enjoy the Game, Garuda! Australia Bisa Dilewati

Selain itu, korban masih berstatus anak di bawah umur, sehingga memerlukan pendampingan psikologis dan perlindungan dari kepolisian.

Baca juga: Santriwati Ponpes di Kulonprogo Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual

“Saya mendorong agar pihak kepolisian segera mengungkap peristiwa dugaan kasus pelecehan seksual secara detail. Apakah korbannya ada yang lain atau ternyata ada pelaku lain selain terlapor. Kasus ini motif pidana murni, bukan ada motif politik dan sebagainya,” ujar Tommy, Selasa (28/12/2021).

Sementara itu, Tommy menyebut kondisi terkini korban kerap blank atau melamun dan tidak fokus. Namun, saat ditanya pihak kepolisian korban bisa menjawab pertanyaan dengan elas.

“Korban saat ini berada di safe house [rumah aman]. Sisi traumatiknya jelas terlihat ya di korban. Peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Kasus ini saya harapkan bisa selesai di persidangan. Pelaku mendapatkan hukuman yang layak dan korban bisa melanjutkan hidupnya dengan tenang,” terang Tommy.

Saksi

Sementara itu pemanggilan terduga pelaku pelecehan seksual berinisial S yang merupakan pengasuh sebuah pondok pesantren di Kapanewon Sentolo, Kulonprogo itu, akan dilakukan dalam waktu dekat. Polres Kulonprogo saat ini masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan terduga pelaku baru akan dilakukan setelah pemeriksaan sejumlah saksi dan proses penyelidikan sudah memenuhi syarat untuk dilakukan.

“Memang kita belum memanggil, pastinya nanti kita panggil setelah pemeriksaan dan setelah penyelidikan memenuhi persyaratan,” kata Jeffry.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Kulonprogo, Polisi Sita Alat Bukti

Jeffry menambahkan kasus dugaan pelecehan seksual dialami oleh santriwati berinisial AS, 15, warga Kota Jogja di sebuah ponpes yang berada di wilayah Kapanewon Sentol ini melibatkan pengasuh ponpes berinisial S.

“Sekarang kasus tersebut ditangani Polres Kulonprogo. Kami sudah melakukan penyidikan termasuk pemeriksaan para saksi sampai saat ini kami telah memeriksa tiga saksi. Salah satunya ibu korban, dari Bhabinkamtibmas sendiri, dan dari korban,” terang Jeffry.

Lebih lanjut, percakapan via WhatsApp antara korban dan pengasuh pondok juga menjadi alat bukti kasus dugaan pelecehan seksual. Berdasarkan analisis polisi, percakapan antara korban dan pengasuh pondok memang ada yang menjurus ke ajakan asusila.

“Untuk alat bukti kami memang telah mendapatkan hasil screen shot chatting antara korban dan pelapor. Memang ada percakapan yang menjurus [ajakan asusila]. Untuk korban lain, sampai saat ini kami hanya menerima satu laporan,” sambung Jeffry.

Polres Kulonprogo mengimbau agar warga tidak takut untuk melaporkan kejadian yang mengandung unsur kriminalitas dan melanggar hukum pidana ke pihak kepolisian. Polres Kulonprogo akan menerima setiap laporan masyarakat yang masuk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya