Sedih, Ini Makna Lagu Wake Me Up When September End Green Day
Tangkapan layar dari video Klip Wake Me Up When September End. (Youtube)

Solopos.com, SOLO -- Lagu Wake Me Up When September Ends menjadi salah satu lagu yang banyak diputar pada bulan September. Lagu yang dibawakan  band beraliran pop-punk Amerika Serikat Green Day ini memiliki makna yang mendalam di setiap liriknya.

Catat! Ini Kumpulan Lagu yang Bikin Bercinta Makin Hot

Green Day adalah band legendaris yang dibentuk pada 1987 Berkeley, California. Band ini terdiri Billie Joe Amstrong, Mike Dirn, dan Tre Cool. Green Day sangat diakui karena keberhasilan mereka dalam membuat genre punk rock kembali.

Lagu bertajuk Wake Me Up When September Ends merupakan salah satu lagu dalam album American Idiot. Termasuk single favorit para penggemar Green day, selain 21 Gun. Hampir semua lirik pada lagu Wake Me Up When September Ends, membahas mengenai kenangan Billie Joe Armstrong dengan almarhum ayahnya.

Billie Joe Amstrong merupakan leader, vokalis sekaligus gitaris dari Green Day. Lagu ini menceritakan ayah Billie Joe yang meninggal karena kanker pada 1 September 1982. Saat itu Billie berusia 10 tahun. Pemakaman ayahnya terlalu menyakitkan baginya. Ia bahkan meninggalkan pemakaman lebih dulu dan berlari ke rumah. Kemudian mengurung diri di kamar.

Lirik Lagu Ikhlas Ngenteni - Woro Widowati

Ketika sang ibu mengetuk pintu kamar, Billie berteriak, "Wake me up when September ends." Kata-kata ini terus terpatri dalam kepalanya hingga ia dewasa.

Sekitar 20 tahun setelahnya di tahun 2003, Billie akhirnya mencurahkan perasaannya lewat musik. Ia menulis perasaannya lewat baris lirik "Like my father's come to pass, 20 years has gone so fast.''

Dalam lagu tersebut, ia juga bercerita tentang tujuh tahun antara kematian ayahnya dan pembentukan Green Day. Sedangkan lirik lain lagu ini adalah ekspresi rasa sakit Billie saat kehilangan ayahnya.

Sempat ada salah persepsi tentang lagu ini. Banyak orang mengira lagu ini bercerita tentang peristiwa serangan teroris 11 September 2001 (9/11). Peristiwa yang membunuh 3.000 orang itu terjadi dua tahun sebelum album American Idiot muncul. Green Day juga mengakui persamaan dari lagu dan peristiwa tersebut, walaupun sebenarnya lagu ini menceritakan kejadian 19 tahun sebelum peristiwa itu.

Indah Pranataning Tyas



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom