Sederhana namun Elegan dalam Balutan Evening Dress Karya Chynthia Christanri
Sejumlah busana rancangan desainer muda asal Jogja, Chynthia Christanri, 21, yang tampil dalam gelaran peragaan busana bertajuk Jogja Fashion Rendezvous yang digelar di Jogja City Mall, beberapa waktu lalu. (Harian Jogja/ Mayang Nova Lestari)

Desainer muda asal Jogja, Chynthia Christanri, 21, menjajal pengalaman pertama merasakan baju-baju rancangannya dibawakan dengan apik oleh para model

Solopos.com, JOGJA- Desainer muda asal Jogja, Chynthia Christanri, 21, menjajal pengalaman pertama merasakan baju-baju rancangannya dibawakan dengan apik oleh para model di atas catwalk.

Kali pertama Chyntia tampil, ia membawakan pesona delapan outfit bergaya klasik nan elegan.

Koleksi perdananya tersebut tampil dalam peragaan busana bertajuk Jogja Fashion Rendezvous yang digelar di Jogja City Mall beberapa waktu lalu. Chyntia mengangkat tema La Grandezza untuk sejumlah rancangannya tersebut. Ia menjelaskan, tema tersebut dipilihnya dengan makna ‘be grateful’ yang diusungnya.

“Artinya adalah bersyukur. Saya mengangkat judul tema itu karena saya secara pribadi sangat bersyukur atas kerja keras yang sudah dilalui dan akirnya terwujud karya ini,” kata Chyntia kepada Solopos.com, Senin (24/7).

Dalam koleksi yang ia tampilkan kemarin, ia mengangkat konsep busana evening dress yang cenderung mengarah ke konsep simple, klasik dan elegan dimana diatakannya tidak terlalu banyak mengaplikasikan aksesoris dan ornamen di dalamnya.

Lulusan Persatuan Ahli Perancang Mode Indonesia (PAPMI) Jogja setahun lalu tersebut mengatakan pengalamannya tersebut sangat mengesankan. Keputusan untuk mengikuti ajang fashion show tersebut berkat didorong rasa penasaran yang begitu besar sekaligus sebagai cara baginya untuk menambah pengalaman dan juga link.

“Puji Tuhan juga dikasih kesempatan bisa satu panggung dengan designer-designer yang sudah professional,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan tampilan perdananya tersebut diakuinya segala proses ia kerjakan sendiri. Mulai dengan membuat pola, menjahit payet, hingga finishing ia garap dalam kurun waktu satu bulan.  Meski begitu, ia mengaku sangat percaya diri untuk tampil sejajar dengan sejumlah desainer senior dari berbagai kota di Inodenesia.

Meski terbilang masih sangat baru, Chyntia berusaha agar ia dapat memberikan rancangan yang terbaik dalam penampilan perdananya tersebut. Untuk itu ia berusaha maksimal, salah satunya melalui pemilihan material ia menggunakan material seperti tile motif, brokat, satin bridal, dan jaquard.

Sejauh ini, label Candescent, label yang mengangkat busana-busananya, sejak awal dibuat untuk lebih mengarah kepada evening dress ataupun cocktail dress.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom