Tutup Iklan

Sebut Seniman Daerah Pakai Ngisor Pring, Dalang Ini Minta Solusi

Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo, tetapi itu tidak berlaku bagi seniman ngisor pring di daerah yang masih level 3.

 Para pelaku seni Boyolali menjual perangkat pentasnya di lahan bekas Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu (8/8/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Para pelaku seni Boyolali menjual perangkat pentasnya di lahan bekas Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Minggu (8/8/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO — Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung dengan penonton terbatas menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo dan sekitarnya. Namun, hal itu tidak berlaku di daerah yang masih berada di PPKM level 3.

Salah satu dalang kenamaan Boyolali, Wartoyo, menyebut nasib seniman daerah memprihatinkan. Pernyataan itu dia sampaikan Selasa (19/10/2021). Wartoyo menyebut sejumlah seniman di daerah yang masih berada di kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 kesulitan menyelenggarakan pentas. Bahkan, seniman sepi tawaran manggung selama dua tahun terakhir.

Paling buruk, lanjut dia, seniman terpaksa menjual sejumlah aset berharga untuk bertahan hidup di masa pandemi Covid-19. Wartoyo meminta pemangku kebijakan memberikan kelonggaran pentas agar seniman bisa menata hidup kembali.

Baca Juga : Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Selama ini, tutur dia, seniman bisa diajak kompromi. “Selama ini banyak yang mau ngundang pentas langsung, tapi ya masih pada bingung dengan kebijakan. Akhirnya ya banyak yang batal. Sementara kalau pentas daring, enggak semuanya seniman bisa. Itupun tidak ada yang nanggap. Kami minta solusi atas ini. Seniman ngisor pring [seniman daerah], nasibnya benar-benar memprihatinkan sekarang,” tutur dia.

Di sisi lain, para seniman di Solo mulai menggelar pentas langsung dengan penonton terbatas. Seperti dilakukan Rumah Banjarsari yang bakal menggelar pentas Sandiwara Pendek (Sandek) selama dua hari, Sabtu-Minggu (30-31/10/2021). Panitia mengusung judul Orang Terakhir karya Hanindawan dengan harga tiket masuk Rp15.000.

Pengelola Rumah Banjarsari, Zen Zulkarnaen, saat diwawancara beberapa waktu lalu mengatakan itu merupakan pentas langsung mereka kali pertama setelah vakum karena sejumlah pembatasan PPKM.

Baca Juga : 4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Pagelaran Rutin

Sejumlah strategi protokol kesehatan (prokes) dilakukan, seperti membatasi penonton maksimal 25 orang. Kemudian melibatkan hanya tiga pemeran utama dan disiplin prokes. “Tidak ada persiapan khusus. Apalagi kami lihat di lapangan orang-orang sudah seperti biasa saja. Cuman kami tetap prokes sebagai wujud kewaspadaan. Kami lihat nanti, selanjutnya bakal dievaluasi,” kata dia.

Rumah Banjarsari masih akan mempertahankan inovasi pentas virtual. Di antaranya, rutin menayangkan serial nDalem Ageng dan Panembahan Resah di kanal YouTube Rumah Banjarsari Official. Ekspresi seni di ruang virtual tersebut justru menjadi alternatif baru meskipun semua nanti sudah dalam keadaan normal.

Sanggar Pasinaon Pelangi di Mojosongo juga melakukan hal sama. Mereka menggelar pentas dan diskusi bareng seniman senior secara langsung pada akhir pekan ini. Disusul sejumlah agenda seni lainnya seperti Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Komunitas Sanggar Seni NKRI Teater Nusa Mekar, dan wayang wong di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari.

Baca Juga : Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Kepala Bidang Kesenian Sejarah Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Solo, Suhanto, dalam acara focus group discussion (FGD) Solopos, Selasa (19/10/2021), membenarkan soal pelonggaran pentas di Solo sejak PPKM level 2. Pemkot Solo menyadari pentingnya ruang ekspresi seni di tengah pandemi ini.

Namun para seniman diharapkan tetap memperhatikan aturan penerapan Prokes sesuai dengan SE Walikota Solo. Selain pagelaran rutin, Pemkot Solo juga tengah mendiskusikan program baru berupa panggung hiburan rakyat yang diadakan di Depan Loji Gandrung, halaman Balaikota, dan sekitar Pasar Pon. Kegiatan ini berisi pentas musik tradisional, klasik, dan modern.

“Nantinya Hari Sabtu di tiga titik. Khusus Minggu di satu lokasi Jalan Gatot Subroto. Tujuannya menampung aspirasi seniman Solo. Dengan ini mereka bisa dapat imbalan dari pentas. Kami juga ingin bangun kembali ekonomi yang terpuruk karena pandemi. Nanti kami undang juga usaha mikro kecil dan menengah untuk jualan. Ini tujuan Walikota Solo agar bangkitkan kembali ekonomi Solo. Sampai Desember nanti masih ada pentas-pentas lain,” kata Suhanto.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.

Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Pengelola hotel di Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Solo, mendukung rencana penataan kawasan sebelumnya terkenal sebagai lokasi mangkal PSK jadi tempat wisata heritage.

Semeru Meletus, BPBD Klaten Siaga Antisipasi Bahaya Erupsi Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

Tiga Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.