Sebut Demokrasi Terbajak, PKS Putuskan Abstain Pada Pilkada Solo 2020
Ketua DPD PKS Kota Solo, Abdul Ghofar Ismail (kiri), mengumumkan sikap PKS pada Pilkada 2020 di lantai II kantor DPD PKS, Solo, Jumat (4/12/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera atau PKS memutuskan abstain atau tidak memilih pada Pilkada Solo 2020.

Sikap tersebut merujuk hasil jajak pendapat internal kader DPD PKS Solo selama kurun waktu September 2020 hingga November 2020. Keputusan abstain juga mendasarkan hasil silaturahmi dengan tokoh masyarakat pada Oktober 2020 hingga November 2020.

Ada juga jajak pendapat kepada masyarakat umum Kota Bengawan serta pemilih PKS melalui metode survei oleh tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPD PKS Solo. Survei tersebut belangsung mulai 27 Oktober 2020 sampai 7 November 2020.

5 Hari Jelang Pilkada Sukoharjo, Tim EA Laporkan Akun FB Yayoek Yayoek Ke Polisi, Ada Apa?

Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, menjelaskan sikap abstain pada Pilkada 2020 tersebut saat konferensi pers di kantornya, Jumat (4/12/2020) siang.

Hadir juga dalam konferensi pers tersebut Ketua Fraksi PKS DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro. Menurut Asih, sikap abstain sudah sesuai arahan DPP PKS dan DPW PKS Jateng.

“Berdasarkan serangkaian hasil serap aspirasi tersebut [jajak pendapat, silaturahmi tokoh masyarakat dan survei masyarakat], hasilnya sudah kami laporkan ke DPP dan DPW PKS Jateng. Mereka tetap mengarahkan sikap abstain pada Pilkada 2020,” ujarnya.

Pelanggaran Protokol Kesehatan Solo Meningkat, Sebagian Ngaku Tak Percaya Covid-19

Menghormati Pilihan Warga

Pada pernyataan sikap DPD PKS Solo terungkap berdasarkan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, mayoritas dari mereka menyatakan akan abstain pada Pilkada 2020.

PKS dan tokoh masyarakat juga mengajak semua pihak menghormati setiap pilihan warga. Sedangkan berdasarkan hasil survei terhadap masyarakat umum dan pemilih PKS, tidak sedikit responden yang memilih abstain pada Pilkada nanti.

Bahkan dari survei tersebut terungkap calon pemilih yang akan abstain ada pada setiap partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019.

Penembakan Mobil Bos Duniatex Berawal Dari Persoalan Tanah Dan Utang Rp16 Miliar, Begini Ceritanya

Mayoritas dari mereka menyatakan sikap abstain adalah hak konstitusional warga negara. Selain itu dari hasil survei PKS tergambar alasan dominan responden abstain karena peserta Pilkada 2020 mereka anggap belum memenuhi espektasi mereka.

Dari survei itu juga terungkap untuk menyatakan abstain pada Pilkada Solo 2020 bisa dengan beberapa cara. Seperti dengan tetap berangkat ke TPS mencoblos semua calon, tidak berangkat ke TPS, serta berangkat ke TPS tetapi tidak mencoblos kartu suara.

Kekecewaan

Sedangkan untuk kalangan pemilih PKS pada Pemilu 2019, mayoritas dari mereka menyatakan akan abstain pada Pilkada 2020. “Ya mungkin protes kekecewaan pada Pilkada 2020. Pada awal kami sampaikan, kami merasakan suasana demokrasi kita terbajak,” terangnya.

Geledah Rumah Tersangka Penembakan Mobil Bos Duniatex, Polisi Solo Temukan Lebih Banyak Peluru

PKS merasa demokrasi Pilkada Solo 2020 terbajak lantaran kebebasan daerah untuk memilih calon wali kota dan calon wakil wali kota, serta membentuk koalisi parpol, ternyata sangat sulit.

Ia meyakini kader PKS akan mengikuti keputusan abstain pada Pilkada itu. “Ketika partai sudah memutuskan, mereka [kader] akan ikut dengan keputusan struktur. Kalau ke kader, kami instruksi. Sedangkan untuk pengurus kami pastikan semua satu suara. Semoga sampai 9 Desember 2020 bisa tetap bersikap tegak lurus,” sambung Abdul Ghofar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom