Tutup Iklan
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). (Antara-Indrianto Eko Suwarso)

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 02, https://news.solopos.com/read/20190514/496/992040/djoko-santoso-bpn-prabowo-sandi-tolak-hasil-penghitungan-kpu" target="_blank" rel="noopener">Prabowo Subianto, menegaskan demokrasi adalah jalan terbaik bagi bangsa dan negara. Namun, katanya, dalam demokrasi saat ini terjadi "pemerkosaan".

"Kita melihat, merasakan, mengalami rekan-rekan kita, pejuang-pejuang kita mengalami pemerkosaan demokrasi di Indonesia," kata Prabowo dalam orasinya pada acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pemilu 2019", di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Oleh karena itu, setelah diperhatikan dengan seksama, mendengar dan meyakinkan diri dan rakyat, maka Prabowo mengklaim memenangkan mandat dari rakyat.

"Kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kalau kita menyerah berarti kita menyerah pada ketidakadilan. Itu artinya kita berkhianat kepada negara, bangsa, rakyat. Itu artinya kita berkhianat pada pendiri bangsa dan puluhan ribu orang yang telah gugur untuk mendirikan negara kita ini," katanya.

Menurut Prabowo, pihaknya https://news.solopos.com/read/20190514/496/992007/saksi-prabowo-sandi-tidak-teken-formulir-dc1-kpu-enggak-ngaruh" target="_blank" rel="noopener">tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Ini bukan atas ambisi pribadi. Demi Allah tidak ada niat. Kau tanya hati saya, saya inginnya istirahat. Tapi setelah saya keliling melihat mata dari rakyat Indonesia, setelah saya pegang tangan mereka, dengarkan harapan mereka, maka tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia. Saya akan timbul dan saya akan tenggelam bersama rakyat Indonesia," kata Prabowo yang di hadapan ribuan relawan.

Ia menambahkan, bila proses perampasan dan pemerkosaan demokrasi ini berjalan terus hanya rakyat lah yang akan menentukan. "Selama rakyat percaya dengan saya, bersama itu lah saya bersama rakyat. Jangan khawatir saya bersama rakyat selalu bersama rakyat sampai titik darah yang terakhir. Kita akan membela keadilan dan kejujuran sampai kemenangan rakyat diakui," kata Prabowo.

Sejumlah ahli yang hadir adalah Ketua Tim Siber BPN Prabowo-Sandi Agus Maksum, Prof Dr Laode M Kamaludin, dan Chairul Anas. Koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, berperan sebagai moderator.

Agus Maksum membahas dugaan kecurangan DPT https://news.solopos.com/read/20190514/496/991897/hasil-pilpres-2019-real-count-80-jokowi-maruf-makin-jauhi-prabowo-sandi" target="_blank" rel="noopener">Pemilu 2019, Laode memaparkan data soal perolehan suara berdasarkan formulir C1. Sementara itu, Chairul memaparkan dugaan kecurangan dari aspek IT.

Prabowo dan Sandi hadir dalam acara hari ini. Selain itu, tampak hadir Ketua BPN Djoko Santoso, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto), Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Waketum Partai Demokrat Syarif Hasan.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten