Petugas PT KAI Daops VI Jogja menutup perlintasan rel KA tanpa palang di Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah, Klaten, Sabtu (5/10/2019). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Suratman, 60, warga Pepe, Kecamatan Ngawen, Klaten, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Solo Ekspres di perlintasan rel KA tanpa palang di Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah, Sabtu (5/10/2019) pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, kecelakaan lalu lintas di perlintasan rel KA tanpa palang itu bermula saat Suratman mengendarai sepeda motor Suzuki Smash berpelat nomor AD 6398 PC dari arah selatan ke utara di Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah.

Di lokasi tersebut, Suratman hendak melintasi perlintasan rel KA tanpa palang di Mojayan. Saat dia melintas itu, KA Solo Ekspres juga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Solo ke Jogja.

Suratman tertabrak KA dan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka di kepala dan patah kaki.

“Waktu melintas itu, sebenarnya sudah ada bunyi sirene yang dipasang secara manual oleh warga di sekitar perlintasan rel KA tanpa palang. Tapi, hal itu tak diperhatikan pengendara kendaraan itu. Pak Suratman langsung bablas begitu saja. KA melaju di jalur kanan [sebelah utara]. Di lokasi itu memang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Mestinya memang ditutup saja,” kata Kapolsek Klaten Kota, AKP Suyadi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Sabtu.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten