Tutup Iklan
Sebelum Tugu PSHT di Gesi Sragen Dirusak, Ada Konvoi Ratusan Pendekar, Siapa Mereka?
Sebuah tugu PSHT di Dukuh Pinggir, Desa Tanggan, Gesi, Sragen, diduga dirusak sekelompok pendekar tak dikenal saat konvoi di daerah setempat, Minggu (5/7/2020). (Istimewa/Mulyanto)

Solopos.com, SRAGEN – Tugu milik PSHT serta rumah salah satu anggotanya di Dukuh Pinggir, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen, dirusak. Pengrusakan tugu diduga dilakukan sekelompok pendekar saat konvoi, Minggu (5/7/2020).

Selain merusak atribut PSHT di Tanggan, massa pendekar itu juga diduga merusak sebuah tugu PSHT di Dukuh Wahyu, Desa Blangu, Gesi, Sragen.

Kejadian itu dikabarkan Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang. Setelah mendapat laporan, Teguh bersama anggota Polsek Gesi dan aparat TNI langsung mengecek kondisi dua tugu PSHT dan satu rumah warga yang dirusak itu. Tempat itu biasanya digunakan untuk latihan warga PSHT.

“Informasi awal, peristiwa dugaan perusakan itu berasal dari adanya konvoi dengan menggunakan atribut pencaksilat tertentu. Konvoi itu menggunakan kendaraan roda dua yang diikuti sekitar 500-an orang. Massa bergerak dari selatan atau arah Tangkil ke Sapen kemudian menuju ke arah Desa Tanggan,” ujar Teguh.

Kisah Suroto Magelang, 10 Tahun Kurung Diri di Kamar Sejak Erupsi Merapi Tak Pernah Mandi

Saat melintas di Dukuh Pinggir, massa yang berkonvoi diduga merusak tugu dan salah satu rumah milik pendekar PSHT di sana.

“Setelah itu massa bergerak ke barat menuju Sukodono. Saat melintas di Dukuh Wahyu, Desa Blangu, massa juga diduga merusak tugu PSHT. Selanjutnya personel Polres Sragen dapat menghalau massa pendekar itu keluar dari wilayah Gesi,” imbuhnya.

Tugu PSHT Sragen Diduga Dirusak Sekelompok Pendekar Bernilai Rp16 Juta

Harga Tugu

Kepala Desa Tanggan, Mulyanto, mengaku tugu itu dibangunnya dengan dana senilai Rp16 juta setelah dilantik menjadi Kepala Desa Tanggan beberapa bulan lalu. Mulyanto kecewa betul dengan kejadian itu.

“Saya kurang tahu persis kejadiannya. Saya mendapat informasi ada konvoi berseragam pendekar. Tiba-tiba merusak tugu dan rumah salah satu pengurus PSHT Sub Tanggan. Tugu itu terletak di Dukuh Punggir RT 018, Tanggan. Tugu itu dibangun belum genap setahun,” ujarnya.

Viral Jasa Tambal Ban Seharga Rp600.000 di Banyuwangi, Apa Istimewanya?

Mulyanto menyampaikan peristiwa itu sudah dilaporkan ke aparat kepolisian karena situasinya di luar batas kemampuan desa. Dia mendengar sudah ada dua perguruan pencak silat yang sudah siap-siap.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho