Ilustrasi pemukulan dan penganiayaan. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Percobaan bunuh diri TS, 45, warga Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, setelah https://soloraya.solopos.com/read/20190625/490/1001086/bapak-di-polokarto-sukoharjo-aniaya-2-anak-kandung-lalu-coba-bunuh-diri" title="Bapak di Polokarto Sukoharjo Aniaya 2 Anak Kandung Lalu Coba Bunuh Diri">menganiaya dua putrinya ternyata bukan kali pertama dilakukan.

Sebelum menganiaya dua anaknya, A, 19, dan J, 12, Sealsa (25/6/2019) pagi, TS sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun upaya itu gagal lantaran tali yang dia pakai untuk menjerat lehernya putus.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (27/6/2019), mengatakan setelah cekcok dengan istrinya, WW, pada Senin (24/6/2019), pagi harinya setelah WW berangkat bekerja, TS sempat melakukan percobaan bunuh diri.

Dia mengikat lehernya dengan tali tambang di kamarnya. Upaya gantung diri itu gagal lantaran tali tambangnya putus. Kemudian, TS mencari anaknya, A, di rumah orang tuanya di sebelah rumahnya.

TS langsung https://soloraya.solopos.com/read/20190626/490/1001355/tak-ada-riwayat-gangguan-jiwa-motif-bapak-aniaya-anak-di-sukoharjo-masih-misteri" title="Tak Ada Riwayat Gangguan Jiwa, Motif Bapak Aniaya Anak di Sukoharjo Masih Misteri">memukul kepala A menggunakan cangkul sebanyak dua kali. A langsung tak sadarkan diri di dalam rumah dengan kondisi bersimbah darah. “Cangkul yang digunakan untuk memukul korban diletakkan tak jauh dari tubuh A. Cangkul itu sudah disita sebagai barang bukti,” ujar dia.

Setelah menganiaya A, TS lantas kembali ke rumah dan membawa anak keduanya, J, ke kamar. TS langsung mengalungkan tali ke leher J. Kala itu, J meronta dan berteriak.

Teriakan J didengar warga setempat yang langsung berdatangan kemudian mendobrak pintu rumah. J langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

TS menusukkan pisau dapur ke perutnya sesaat setelah kejadian itu. “Hingga sekarang jika sadar TS selalu ingin bunuh diri. Saat berbincang dengan petugas juga selalu ingin mengakhiri hidupnya,” papar Yoga.

Dalam waktu dekat, Polres bakal meminta bantuan Polda Jateng untuk memeriksa kejiwaan TS. Hal ini untuk memastikan apakah TS mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. Selain itu, pemeriksaan https://soloraya.solopos.com/read/20190626/490/1001321/anak-dianiaya-bapak-di-sukoharjo-terluka-parah-di-wajah-butuh-operasi-plastik" title="Anak Dianiaya Bapak Di Sukoharjo Terluka Parah Di Wajah, Butuh Operasi Plastik">kejiwaan itu untuk menghilangkan trauma psikis.

“Hari ini [Kamis], kami gelar perkara untuk menentukan status TS. Baik TS maupun anaknya A bakal menjalani operasi di rumah sakit.”

Sementara itu, seorang tetangga rumah TS, Samiyati, mengatakan selama ini, TS tak pernah melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya maupun kedua anaknya. Rumah Samiyati berhadapan dengan rumah TS.

Dia mengaku tak pernah mendengar keributan atau cekcok antara TS dengan WW di rumah. Samiyati mengaku ikut mendobrak pintu rumah dan menolong J yang tengah dikalungi tali tambang di lehernya oleh TS.

“Selama ini, TS tak pernah melakukan KDRT. Perilaku TS maupun WW cukup baik dengan warga. Mereka selalu datang saat ada acara kampung, hajatan pernikahan, atau melayat warga yang meninggal,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten