Sebar Video Hoaks Penculikan Anak, Pria Magelang Diciduk Polisi

Video percobaan penculikan anak di Kabupaten Magelang yang viral di media sosial ternyata hoaks.

 Ilustrasi Hoaks (Solopos/Whisnupaksa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Hoaks (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, MAGELANG — Seorang pria di Kabupaten Magelang, berinisial HR harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Alasannya, pria yang berstatus warga Ngablak, Kabupaten Magelang itu terbukti melakukan penyebaran video hoaks terkait percobaan penculikan anak ke media sosial.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, mengatakan HR ditangkap Satuan Virtual Police Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Jateng setelah terbukti mengunggah video hoaks tentang percobaan penculikan anak di media sosial.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“HR sudah tiga kali diperingatkan melalui akun Facebook, namun tidak merespons. Akhirnya, petugas langsung mencari keberadaan pelaku di Magelang. Setelah itu, dia diajak ke polsek setempat untuk memberikan klarifikasi,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis kepada Solopos.com, Rabu (28/9/2021).

Baca juga: Sempat Viral, Video Harimau di Kedungjati Grobogan Ternyata Hoaks

Saat diinterogasi, HR mengaku telah mengunggah video tersebut melalui akun Facebook Lucky Sak Josse Shters. Dalam video yang diunggah itu, ia juga menyebutkan percobaan penculikan anak itu terjadi di Dusun Durensawit, Desa Selomerah, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Meski demikian, video yang diunggah itu bukanlah rekaman upaya percobaan penculikan yang sebenarnya. Ia mengaku menemukan video itu di grup Whatsapp alumni sebuah sekolah di Magelang, lalu mengunggah ke Facebook dengan ditambahi caption atau tulisan yang berisi peringatan kepada orang tua terkait bahaya penculikan anak.

“Faktanya, dari Kapolres Magelang, AKBP M. Sajarod Zakon, menegaskan jika video tentang percobaan penculikan itu benar-benar palsu atau kebohongan. Kepastian itu diperoleh setelah Polres Magelang melakukan penyelidikan di lokasi,” imbuh Iqbal.

Cerita tentang penculikan anak itu, tambahnya, bermula dari seorang anak yang mengambil borgol milik tetangganya tanpa ijin. Borgol itu kemudian di mainkan dan tiba-tiba terkunci.

“Anak tersebut kemudian panik dan pulang ke rumahnya. Mungkin karena takut dimarahi, dia mengarang cerita tentang percobaan penculikan anak,” terangnya.

Baca juga: Polisi Bekuk Penyebar Hoaks Penculikan Anak di Facebook, Ternyata Ini Motif Mereka

Terhadap pelaku penyebar video hoaks penculikan anak itu, Polda Jateng mengambil langkah restorative justice. Artinya, pelaku tidak dituntut secara pidana hanya diminta membuat surat pernyataan minta maaf dan membuat video tentang kebenaran kasus tersebut untuk kemudian diunggah ke media sosial.

“Langkah itu diambil sebagai pembelajaran agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Solo itu.

Lebih lanjut, Iqbal pun meminta kepada masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks di media sosial. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah membagikan konten yang belum diketahui kebenarannya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Belajar dari Friendster yang Tumbang karena Kepopulerannya Sendiri

+ PLUS Belajar dari Friendster yang Tumbang karena Kepopulerannya Sendiri

Pada 2004, Friendster menjadi jejaring sosial online terkemuka di dunia. Namun, sejumlah keputusan buruk yang diambil manajemen perusahaan justru perlahan menyuntik mati Friendster dari jagad maya.

Berita Terkini

Operasi Patuh di Jateng Berakhir, Ini Daerah Pelanggaran Tertinggi

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Suryo Nugroho, menyebut Kendal menjadi daerah dengan angka pelanggaran lalu lintas tertinggi selama Operasi Patuh Candi 2022.

Kreatif! Warga Semarang Lukis Bung Karno dengan Padi di Sawah

Petani Desa Bergas Lor, Kabupaten Semarang, membuat lukisan Bung Karno dengan media padi di area persawahan untuk menyambut Bulan Bung Karno.

Terima 5.000 Dosis Vaksin PMK, Disnakkan Grobogan: Masih Kurang

Terima 5.000 dosis vaksin PMK dinilai masih kurang banyak mengingat jumlah hewan ternak sapi dan kerbau di Grobogan mencapai 207.000 ekor.

Simak! Ini Beda Congyang Semarang dengan Ciu Bekonang Sukoharjo

Ciu Bekonang Sukoharjo dengan congyang asal Semarang dua minuman keras atau miras produk dalam negeri atau lokal yang memiliki sederet perbedaan.

Pesugihan Nyi Blorong di Karang Bolong Kebumen

Pantai Karang Bolong di Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan kisah misteri tentang ritual pesugihan Nyi Blorong.

Waduh! Bayi Stunting di Salatiga Bertambah, Ini Sebabnya

Angka stunting pada bayi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), mengalami peningkatan selama tahun 2021.

Upgris Gelar Festival Rebana Jateng, Ini Daftar Pemenangnya

Univesitas PGRI Semarang atau Upgris menggelar Festival Rebana Jateng dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-41.

Unik! Jelang Sakramen, Jemaat Gereja di Semarang Ini Kunjungi Wihara

Ratusan jemaat Gereja Santa Theresia di Kota Semarang yang hendak menjalani sakramen diajak berkunjung ke Vihara Tanah Putih.

Gegara Judi Online, Pemuda Jambret Tas Pedagang Ikan di Grobogan

Butuh uang untuk judi online, Teguh Supriyanto, 29 tahun warga Semarang menjambret tas milik pedagang ikan di Grobogan.

Pemkab Kudus Tunda Beli Mesin Rokok dari Solo, Ini Sebabnya

Pemkab Kudus menunda pembelian mesin pembuat rokok dari Solo karena tidak memenuhi tingkat komponen dalam negeri atau TKDN.

Info Pemadaman Listrik Semarang, Rabu 28 Juni 2022, Ini Wilayahnya

Info pemadaman listrik disampaikan PLN UP3 Semarang di sejumlah lokasi untuk hari Rabu (28/6/2022).

Hotel di Semarang Ini Tawarkan Paket Pernikahan Rp8,3 Juta

Hotel Neo Candi Simpang Lima di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menawarkan paket pernikahan mulai dari Rp8,3 juta.

Briptu Sefin Polwan Polres Grobogan, Tak Hanya Cantik Tapi Berprestasi

Anggota Polwan Polres Grobogan Briptu Sefin Anggi Riyantika, menjadi perhatian warganet karena selain berparas cantik juga sejumlah prestasinya.

Ini Daerah di Jawa Tengah yang Gunakan Bahasa Sunda

Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng yang masyarakatnya masih banyak menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa penuturan atau percakapan sehari-hari.

Polwan Cantik Grobogan Briptu Sefin Juara HUT ke-76 Bhayangkara

Briptu Sefin meraih juara 1 untuk kategori vlog dengan judul, Pengabdian (Story of Bhabinkamtibmas) pada lomba Setapak Perubahan Polri HUT ke-76 Bhayangkara.