Sebagian Wahana Permainan Belum Boleh Buka di Alun-Alun Wonogiri, Ini Penyebabnya
Alun-Alun Wonogiri yang menjadi salah satu ikon khas Kabupaten Wonogiri. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mempunyai usaha di bidang wahana permainan belum diperkenankan berjualan atau beroperasi di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri.

Pasalnya beberapa wahana permainan itu beresiko terhadap penularan Covid-19. Diberitakan sebelumnya, Alun-Alun Wonogiri akan dibuka kembali dan bisa digunakan untuk berdagang bagi para PKL pada Minggu.

Jalin Kerja Sama dengan 3 Perusahaan, SMK PGRI Pedan Kini Berlabel Keahlian dan Peracik Herbal

Ketua Paguyuban PKL Wonogiri, Supriono, mengatakan keputusan agar sebagian wahana permainan beroperasi di alun-alun sudah disepakati antara PKL dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

Namun, kata dia, ada beberapa wahan permainan yang diperkenankan buka. Dengan ketentuan, pedagang itu harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Barang atau alat yang digunakan harus disemprotkan desinfektan sebelum dan sesudah pemakaian.

Selain itu jarak antre pengunjung wahan harus diatur untuk menghindari kerumunan. "Yang boleh buka itu seperti mainan pancing ikan. Itu kan jaraknya bisa diatur. Alat pancingnya bisa disemprot desinfektan. Airnya dikasih sabun. Ikannya kan cuma aksesoris bukan ikan beneran," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu (21/10/2020).

Susah Dibersihkan

Sementara itu, jenis wahana permainan yang belum diperkenankan dibuka yakni seperti mandi bola, kereta mobil dan sejenisnya. Karena alat atau barang yang digunakan dalam permainan itu sulit dibersihkan atau disemprot desinfektan.

"Itu kan juga selalu disentuh anak-anak saat bermain. Jika sulit dibersihkan bisa beresiko terhadap penularan, terlebih ini anak-anak," ungkap Supriono.

Menurut dia, ada sekitar 18 PKL yang menjalankan usahanya di bidang wahan permainan. Namun, PKL yang mengikuti tes swab pada pekan lalu hanya delapan orang. "Yang mengikuti swab PKL wahana permainan yang diizinkan buka," kata dia.

RSU Aisyiyah Ponorogo Mulai Layani Tes PCR, Sehari Bisa Diagnosa 90 Spesimen Corona

PKL yang berjualan di alun-alun, lanjut dia, hanya berupa kuliner dan wahana permainan. Sedangkan untuk PKL kuliner diperkenankan berjualan semua, namun harus diswab. "Ini sambil berjalan kami pantau. Jika ada cara lain, kami kaji agar wahana permainan bisa dibuka semua," tutur Supriono.

Pada Rabu, ia bersama PKL lain tengah mempersiapkan spanduk peringatan protokol kesehatan. Pada Jumat (23/10/2020), pihaknya mulai melakukan pemetaan atau garis antar lapak.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom