Sebagian SD di Solo Gelar Penilaian Tengah Semester Secara Luring, Ini Sebabnya
Ilustrasi siswa sekolah dasar (SD). (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Solopos.com, SOLO—Penilaian tengah semester (PTS) sebagian SD di Solo yang digelar 14-18 September dilakukan dengan cara offline/luar jaringan (luring) di luar sekolah dengan penerapan protokol kesehatan. Para siswa menempati gedung-gedung yang letaknya berdekatan dengan sekolah.

Seperti SDN Mipitan, Jebres, Solo yang menggelar PTS di lima tempat berbeda di sekitar sekolah untuk menghindari kerumunan.

Kepala sekolah setempat, Winarsih menjelaskan siswa Kelas I menjalani PTS di Masjid Ngemplak, siswa Kelas II di Masjid Mipitan, siswa Kelas III dan IV 4 di rumah salah satu guru. Siswa Kelas V juga menjalani PTS di Masjid Mipitan, sedangkan siswa Kelas VI di sebuah gedung pertemuan tak jauh dari sekolah.

“Kelas II dan V menggunakan masjid yang sama, tetapi ruangannya berbeda yang terpisah dengan sekat. Begitu juga dengan Kelas III dan IV di satu rumah salah satu guru kami tapi ruangannya berbeda, yang Kelas III di ruang keluarga dan kelas IV di ruang tamu,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

September Ini, Pedagang Pasar Tradisional Solo Kembali Harus Bayar Retribusi

Ia mengatakan, PTS luring ini dipilih karena kondisi sebagian siswa/keluarga yang tidak memiliki ponsel/gadget atau tidak familiar dengan penggunaan peranti komunikasi tersebut.

“Di sekolah kami ini banyak yang tidak punya ponsel atau kalaupun ada, belum canggih atau tidak bisa menggunakannya. Ada juga yang sudah punya [smartphone] dan sudah diisi kuota data bantuan pemerintah, tapi masih belajar menggunakannya. Sehingga kemudian kami melakukan secara offline tapi di luar sekolah,” terangnya.

Mematuhi Protokol Kesehatan

Meski mendatangkan siswa, namun pelaksanaan PTS dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan. Yakni setiap anak dan guru menggunakan masker, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer saat akan memasuki ruangan, mengatur jarak antarsiswa, menyemprot setiap ruangan setiap kali ganti sif.

“Ujian kami bagi dalam dua sif agar tidak terjadi penumpukan, tanpa waktu jeda istirahat, dan langsung pulang ketika sudah menyelesaikan ujian. Ruannganya kami semprot dengan disinfektan agar aman dipakai siswa sif kedua,” jelas Winarsih.

Tambah 55 Pasien Positif Dalam Sepekan, Ini Data Terbaru Covid-19 Sukoharjo

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) SD pada Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Wahyono mengatakan teknis pelaksanaan PTS SD diserahkan kepada pihak sekolah dengan menyesuaikan kondisi masing-masing. Diakuinya, banyak sekolah yang siswanya/keluarganya tidak memiliki sarana komunikasi yang mendukung.

“Untuk PTS silakan mau online atau offline karena sekolah yang paling tahu kondisi siswanya. Yang terpenting adalah siswa mendapat izin dari orang tua untuk mengikuti PTS offline itu menjaga protokol kesehatan,” imbaunya.

Wahyono juga mengingatkan lagi kepada semua sekolah yang melaksanakan PTS offline agar menyegerakan siswa pulang ke rumah untuk menghindari penularan/keterjangkitan Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom