SE Terbaru Wali Kota Solo: Anak 15 Tahun Ke Bawah Tak Boleh Kunjungi Tempat Publik, Kecuali PTM Di Sekolah

SE baru Wali Kota Solo melarang anak usia 15 tahun ke bawah mengunjungi tempat publik kecuali sekolah yang menyelenggarakan PTM.

SOLOPOS.COM - Ajari anak mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah Covid-19. (Antaranews.com)

Solopos.com, SOLO -- Surat edaran atau SE terbaru Wali Kota Solo tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 resmi keluar pada Senin (26/10/2020).

SE No. 067/2536 yang ditandatangani Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, salah satunya mengatur anak usia 15 tahun ke bawah tak boleh mengunjungi tempat publik termasuk mal. Namun, ada pengecualian, yakni sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

SE itu berlaku hingga 9 November mendatang. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan selain berisi pengetatan kunjungan anak ke ruang publik, SE juga berisi larangan kegiatan berkumpul dan melakukan kontak fisik di tempat umum.

Warga Wonogiri Meninggal di Hotel Wilayah Keprabon Solo Ternyata Anggota Staf KPU

Pengecualian tempat publik yang boleh dikunjungi anak sesuai SE Wali Kota Solo itu yakni sekolah yang ditunjuk Dinas Pendidikan (Disdik) Solo melakukan simulasi PTM.

“Secara garis besar perubahan SE hanya menyasar batasan usia anak berkunjung ke tempat publik, kemudian soal PTM. Poin yang lain masih sama dengan sebelumnya,” katanya kepada Solopos.com, Senin.

Poin tersebut antara lain kewajiban setiap warga untuk melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan. Kemudian aturan bagi pelaku usaha, pengelola, dan penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Tambahan 40 Kasus Baru Covid-19 Solo Pada Akhir Pekan, 6 Di Antaranya Anak-Anak

Sebagaimana diatur dalam SE Wali Kota Solo itu, mereka harus mematuhi protokol kesehatan dengan penerapan 4M. Keempatnya yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan air mengalir, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan.

Deteksi Awal

Mereka juga wajib memfasilitasi deteksi awal dalam penanganan kasus untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Lalu wajib menutup sementara waktu tempat usaha atau kegiatan jika berdasarkan pemeriksaan medis terdapat kasus positif Covid-19.

Selain itu harus segera berkoordinasi dengan Pemkot Solo untuk tindakan sesuai prosedur yang berlaku. "Poin aturan untuk tahapan Pilkada juga tidak berubah,” ucap Ahyani.

Satu Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara

Bagian SE Wali Kota Solo yang menyinggung tahapan pilkada bunyinya, setiap pelaksanaan pertemuan terbatas serta pertemuan tatap muka dan dialog pada tahapan Pilkada wajib memenuhi ketentuan. Ketentuan itu yakni dalam ruangan/gedung tertutup, membatasi jumlah peserta paling banyak 50 orang.

Kemudian memperhitungkan jaga jarak paling kurang 1 meter antarpeserta kampanye dan dapat diikuti peserta kampanye media daring. Kemudian, pengaturan ruangan dan tempat duduk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Berita Terbaru

Sudah Jalankan Protokol Kesehatan Saat Pelipatan Kertas Suara, Jangan Lupa 3M Saat Pemungutan Suara

Solopos.com, BOYOLALI - KPU Boyolali menerapkan protokol kesehatan saat pelipatan kertas suara untuk Pilkada 2020. Mereka pun diimbau untuk...

Begini Langkah Pemkab Karanganyar Dukung UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR – Di masa pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil, dan menengah ikut terdampak. Pemkab Karanganyar meminta pelaku UMKM...

Perpusda Sragen Batasi Pengunjung dan Kurangi Jam Buka di Masa Pandemi

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah memarkir sepeda motornya, dua pengunjung bergegas menuju pintu masuk Perpustakaan Daerah atau Perpusda Sragen di...

Disdikbud Boyolali Terus Kaji Belajar Tatap Muka

Solopos.com, BOYOLALI — Mendikbud Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Disdikbud Boyolali masih...

Di Wisuda ITS PKU Muhammadiyah Solo Dibagikan Face Shield

Solopos.com, SOLO — Wisuda tatap muka Institut Teknologi Sains dan Kesehatan atau ITS PKU Muhammadiyah di Hotel Best Western...

Deteksi Dini Covid-19, Petugas KPPS se-Kecamatan Andong Boyolali Jalani Rapid Test

Solopos.com, BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali bergerak cepat menyikapi adanya klaster Covid-19 di Puskesmas Andong. Mereka melakukan tracing...

Terapkan Protokol Kesehatan, Siswa SD di Kawasan Rawan Bencana III Merapi Belajar Tatap Muka

Solopos.com, BOYOLALI – Sejumlah siswa SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menggelar pembelajaran tatap muka. Sekolah yang masuk...

Desa Sumberejo Wonogiri Punya Empat Program Selama Pandemi Covid-19

Solopos.com, WONOGIRI -- Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri mempunyai empat program atau kegiatan guna menghadapi pandemi dan mengantisipasi persebaran...

Pemdes Nglinggi Klaten Gerakkan Lembaga Desa Lawan Covid-19

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, menggerakkan seluruh lembaga yang ada di desa setempat melakukan...

Update Covid-19 Solo: Sebulan Tambah 1.000-an Kasus, Total Meninggal 100 Orang

Solopos.com, SOLO — Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo menyebut tambahan kasus hingga 1.000-an orang tercapai hanya dalam waktu kurang...