Scuba Tak Dianjurkan, Warga Wonogiri Minta Diberi Pemahaman Soal Masker
Penggunaan scuba tidak disarankan dipakai untuk menangkal Virus Corona (ilustrasi/detik)

Solopos.com, WONOGIRI—Warga meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri memberi pemahaman tentang masker standar dan tak standar kepada masyarakat. Mengingat, tak semua masker yang biasa dipakai masyarakat efektif menangkal Covid-19.

Warga Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Witanto, kepada Solopos.com, Rabu (16/9/2020), menilai Gugus Tugas perlu memberi pemahaman yang utuh ihwal masker standar dan tak standar.

Hal itu supaya masyarakat mengetahui masker standar yang efektif bisa mencegah tersebar dan masuknya Covid-19 melalui droplet dan masker tak standar yang kurang efektif menangkal Covid-19. Dia khawatir masyarakat akan apatis menyikapi pernyataan Gugus Tugas pusat yang tak menganjurkan pemakaian masker scuba dan buff, jika tak ada sosialisasi terlebih dahulu.

Menanti 8 Hari, Identitas Mayat Perempuan Di Bengawan Solo Sragen Akhirnya Terungkap

“Masyarakat sekarang ini banyak yang memakai masker scuba. Tiba-tiba Gugus Tugas pusat tak menganjurkan pemakaian masker scuba karena dinilai kurang efektif mencegah tersebarnya droplet. Kalau hal ini tidak ditindaklanjuti di tingkat daerah, masyarakat bisa saja tak menghiraukannya,” kata Witanto saat dihubungi.

Dia melanjutkan memberi pemahaman yang utuh tentang masker dapat diawali dengan memberi contoh. Seluruh elemen Gugus Tugas kabupaten, termasuk tim penegak disiplin protokol kesehatan yang selama ini aktif mendisiplinkan warga harus mengindahkan pernyataan Gugus Tugas pusat terlebih dahulu.

Gugus Tugas juga harus memberi contoh dengan tidak menggelar kegiatan tatap muka yang pesertanya dalam jumlah banyak. Hal itu agar kampanye pencegahan penularan Covid-19 sejalan dengan tindakan Gugus Tugas sendiri.

Kampanye Pencegahan

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, meyakini semua unsur Gugus Tugas di Wonogiri memahami tentang masker standar dan tak standar. Mereka akan memakai masker standar dalam menjalankan tugas sehari-hari dan saat mendisiplinkan warga.

Bambang menyebut kampanye pencegahan penularan Covid-19 tidak hanya ditekankan pada soal tidak dianjurkannya pemakaian masker scuba dan buff. Namun, Gugus Tugas memberi pemahaman bahwa memakai masker bukan sekadar kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Apabila memahami hal ini dengan sendirinya masyarakat akan memakai masker.

“Yang disampaikan Gugus Tugas pusat [tak menganjurkan pemakaian masker scuba dan buff] menjadi acuan Gugus Tugas daerah. Tapi tindak lanjut di lapangan harus pelan-pelan. Sekarang saja warga diminta menggunakan masker saja masih sulit. Sebenarnya masyarakat bersedia memakai masker saja sudah bagus. Tinggal nanti diberi pemahaman soal masker standar dan tak standar,” ucap Bambang.

Bantuan Rp4 Juta Dari Pemkab Sragen Untuk Buka Warung Hingga Beli Kambing

Seperti diketahui, Juru Bicara Gugus Tugas Penangan Covid-19 Indonesia, Wiku Adisasmito, tak menganjurkan masyarakat memakai masker scuba atau buff. Menurut dia masker scuba atau buff terbuat dari kain yang tipis karena hanya satu lapis.

Alhasil, droplet bisa tembus keluar atau masuk mulut dan area sekitarnya. Droplet merupakan cairan atau cipratan air liur. Covid-19 dapat menular melalui droplet yang terkena mulut, mata, dan hidung. Bahkan, PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI selaku pengelola kereta rel listrik atau KRL komuter Jabodetabek melarang penumpang memakai masker scuba atau buff.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom