SBC VI : Walikota Kritik Solo Batik Carnival

Minggu, 30 Juni 2013 - 18:51 WIB Penulis: Chrisna Chanis Cara Jibi Solopos Editor: Rini Yustiningsih | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Solo Batik Carnival (SBC) (JIBI/Solopos/Dok.)

Solo Batik Carnival (SBC), Sabtu (29/6/2013). (Maulana/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Penyelenggaraan Solo Batik Carnival (SBC) VI, Sabtu (29/6/2013), dinilai kurang greget. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo pun ikut mengkritik gelaran tahunan itu.

Dia mewanti-wanti panitia Solo Batik Carnival (SBC) segera mencari inovasi-inovasi baru dalam pertunjukan. Rudy mencium titik kejenuhan warga terhadap gelaran budaya tersebut. Hal itu dilihat dari semakin menurunnya jumlah penonton acara yang telah memasuki tahun keenamnya itu.

“Karena sudah sering digelar, masyarakat jadi jenuh. Beda dengan awal-awal dulu yang selalu mbludak penontonnya,” ujar Rudy saat ditemui wartawan di Loji Gandrung, Minggu (30/6/2013).

Menurutnya, SBC akan semakin kehilangan peminat jika tak segera melakukan terobosan. Rudy mendorong panitia mengoptimalkan workshop untuk meningkatkan atmosfer kegiatan secara keseluruhan.

Dirinya menilai workshop selama ini terlalu fokus dengan kostum peserta karnaval. “Secara kostum saya akui ada peningkatan kualitas. Namun perlu dipikirkan juga atraksi-atraksi lain untuk menyemarakkan karnaval,” terangnya.

Gandeng Kelurahan

Menyiasati hal tersebut, walikota mengusulkan panitia SBC menggandeng komunitas di kelurahan-kelurahan pada gelaran ke depan. Rudy menganggap ide kreatif dari kampung bisa lebih menyegarkan sajian SBC.

Langkah itu bisa sekaligus memupus menurunnya kuantitas peserta SBC tiap tahun. Diketahui, SBC VI tahun ini hanya diikuti seratusan peserta dari sebelumnya sebanyak 350 peserta. “SBC harus mulai turun ke bawah. Perwakilan tiap kampung bisa diajak mengikuti workshop.”

Lebih jauh, Rudy menyoroti manajemen penonton SBC yang tak kunjung beres. Sejumlah penonton masih nekat merangsek ke deretan karnaval lantaran minimnya pengawalan. Aksi itu pun mengurangi estetika tari dan kostum yang disajikan peserta karnaval.

Di perhelatan tahun depan, pihaknya berencana menggunakan barikade petugas untuk menghalau penonton. “Dari start sampai finis akan dipasang petugas yang menghadap ke penonton,” kata dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE foto Jenazah Kopilot Helikopter Jatuh Briptu Lasminto Dimakamkan di Serang Banten 7 menit yang lalu

HEADLINE soloraya 4 Kali Dibobol Maling, Kapolres Klaten Datangi Angkringan Mas Bro 8 menit yang lalu

HEADLINE news Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam 12 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ada 2 Usulan, Keputusan UMK Karanganyar 2023 Kini di Tangan Bupati 14 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Apa Itu Joget Pargoy yang Diharamkan MUI Jember? Berikut Penjelasannya 18 menit yang lalu

HEADLINE bisnis Bertabur Hadiah dan Promo Menarik, Candi Vaganza Exhibition Kembali Digelar 23 menit yang lalu

HEADLINE news Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi 32 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Sederet Alasan MUI Jember Haramkan Joget Pargoy, Goyangan yang Viral di Tiktok 50 menit yang lalu

HEADLINE foto Edukasi Antikorupsi, 80.000 Siswa di Jambi Cetak Rekor MURI Bermain Cingkling 52 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Selamat! Solopeduli Terima Dua Penghargaan dalam IFA 2022 58 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ingin Layanan Online di Dispendukcapil Sragen, Bisa Booking Nomor Antrean 58 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Lurah Muda di Sragen Buka Pelayanan PBB di Pos Kamling dan Bentuk Duta Pajak 1 jam yang lalu

HEADLINE lifestyle Viral di Tiktok, MUI Jember Haramkan Joget Pargoy 1 jam yang lalu

HEADLINE jateng Intiyas Utami, Serba Pertama dari Guru Besar hingga Rektor Perempuan di UKSW 1 jam yang lalu

HEADLINE entertainment Sinopsis Film Horor Qorin, Ritual yang Berujung Teror Mengerikan 1 jam yang lalu