Saudi Akui Jamal Khashoggi Dibunuh, Indonesia Desak Investigasi Transparan
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Middle East Monitor di London, Inggris 29 September 2018. Foto: Reuters/Middle East Monitor

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta pemerintah Arab Saudi melakukan investigasi kasus pembunuhan kolumnis The Washington Post, Jamal Khashoggi, secara transparan.

Hal tersebut ditegaskan Retno seusai melalukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam sidang komisi bersama kedua kementerian pada Selasa (23/10/2018) di Gedung Pancasila.

"Indonesia sangat mengharapkan proses investigasi transparan dan seksama," kata Retno di hadapan awak media hari ini, Selasa (23/10/2018).

Retno juga menyampaikan bahwa ia mengikuti perkembangan kasus ini. Termasuk pernyataan terbaru al-Jubeir yang menegaskan tekad pemerintah Saudi dalam mencari semua fakta. Dalam kesempatan tersebut, Menlu juga mengucapkan keprihatinan dan perasaan duka untuk keluarga Jamal Khashoggi.

Ini bukan pernyataan sikap pertama yang disampaikan pemerintah Indonesia. Senin kemarin (22/10/2018) saat bertemu dengan Menlu Arab Saudi, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan permintaan transparansi dalam investigasi kasus pembunuhan Khashoggi.

Sejumlah negara dunia juga memberikan pernyataan resmi mereka terkait pembunuhan Khashoggi. Di antaranya adalah Prancis yang menuntut keterbukaan informasi dan Jerman yang memutuskan untuk memberhentikan penjualan senjata ke Saudi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom