SATWA LIAR BOYOLALI : Resahkan Anak-Anak di Karanggede, TNI-Polisi Buru Kera Liar
Ilustrasi serangan kera. dokJIBI/SOLOPOS

TNI dan Polri turun tangan memburu kera liar yang meresahkan anak-anak.

Solopos.com, BOYOLALI -- Ketenangan warga Desa Sendang, Karanggede, Boyolali, terusik oleh kemunculan kera liar di lingkungan mereka dalam beberapa waktu terakhir. Aparat dari Polsek dan Koramil bahkan sampai turun tangan memburu kera liar itu.

Kepala Desa Sendang, Sukimin, menjelaskan kemunculan kera liar tersebut cukup meresahkan warga, khususnya kaum ibu dan anak-anak. Kera itu kerap muncul secara tiba-tiba lalu menghilang tanpa bekas ketika dikejar.

“Selama bertahun-tahun ini, desa kami tak pernah ada kera. Anehnya itu, kera tak pernah terlacak ke mana perginya saat dikejar warga. Munculnya juga secara tiba-tiba tanpa diketahui dari mana asal muasalnya. Anak-anak kan ketakutan,” ujar Sukimin kepada Solopos.com, Selasa (21/3/2017).

Menurut catatan Sukimin, kemunculan kera liar itu terlihat sejak enam bulan terakhir. Selama menampakkan diri di Desa Sendang, sedikitnya sudah ada tiga warga yang dilukai, baik dicakar maupun digigit. Terakhir, kera liar itu melukai Bagas, 9, yang tengah bermain di teras rumahnya di RT 001/ RW 006 Dukuh Klimas, Desa Sendang.

“Anak itu terluka di bagian kakinya saat kera mau menyambar ayam. Kami langsung periksakan ke rumah sakit setempat, njagani [antisipasi] kalau terkena rabies,” jelasnya.

Sukimin menyebutkan jumlah kera yang menyerang permukiman warga hanya seekor. Sebenarnya, kata dia, kera-kera itu kebanyakan mencari ayam warga. Namun, ketika bertemu anak-anak atau ibu-ibu, sering kali kabur sambil menyerang. “Tubuhnya sih kecil, tapi ekornya panjang. Kami benar-benar judek [pusing] mengatasi kera liar itu,” tambahnya.

Rencananya pada Rabu (22/3/2017) warga bersama TNI dan polisi akan memburu kera liar itu. Sukimin juga akan mencari pawang kera untuk membantu menangkap kera. “Kalau ada pawang kera dan bisa menangkapnya, kami siap memberikan biaya akomodasinya,” jelasnya.

Kapolsek Karanggede, AKP Margono, menambahkan penangkapan kera akan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Harapannya, kera liar bisa ditangkap dan diserahkan kepada pihak yang berwenang agar tak mengganggu warga.

“Teknis penangkapannya masih kami matangkan dulu. Berhasil atau tidak, ya kami belum bisa menyampaikan. Karena kera itu memang sulit sekali dilacak,” jelasnya.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom