Tutup Iklan
Satu Sembuh, Pasien Positif Covid-19 Karanganyar Masih 13 Orang
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR--Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, dinyatakan sembuh pada Kamis (9/7/2020).

Data yang dihimpun Solopos.com, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, dia perempuan usia 50 tahun. Dia adalah kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kecamatan Jumapolo yang mudik dari Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Perempuan, 50, itu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi (RSDM) Solo.

"Dia ini tetangga dari orang Jumapolo yang kali pertama positif Covid-19. Dia [orang yang pertama kena Covid-19 di Jumapolo] itu, pulang dari Surabaya. Berinteraksi dengan sejumlah orang lalu beberapa dinyatakan positif Covid-19," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono,  saat berbincang dengan wartawan, Jumat (10/7/2020).

Unik, Pria Asal Karanganyar Memiliki Nama Dua Malam Sehari

Hingga Kamis (9/7/2020) pukul 15.00 WIB, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar 51 orang. Perinciannya adalah pasien terkonfirmasi positif hingga Kamis 13 orang.

Sebanyak enam orang mendapat perawatan di rumah sakit dan tujuh orang melaksanakan isolasi mandiri. Sebanyak 35 orang sudah dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Sebanyak 13 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu berada di Kecamatan Jatipuro satu orang, Kecamatan Jumapolo delapan orang, Kecamatan Matesih satu orang, Kecamatan Tasikmadu satu orang, dan Kecamatan Colomadu dua orang. Orang dalam pengawasan (ODP) enam orang sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 31 orang.

New Normal Disalah Artikan, Disiplin Protokol Covid-19 Jateng Turun

 

Aktivitas Pemudik

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menuturkan penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar terjadi karena aktivitas pemudik dari luar Kabupaten Karanganyar, yakni sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Rober mengimbau masyarakat agar lebih jeli mengawasi pemudik.

"Akibat pemudik kurang jujur. Datang dari luar tetapi ora jujur, periksa ke fasilitas kesehatan tetapi tidak bilang kalau habis mudik. Kecolongan di Jumapolo. Maka dari itu kami harap kepala desa/kelurahan dan camat sosialisasi kepada warga. Pantau warga yang mudik dari luar kota. Mereka ini bisa ditangani," ujar Rober saat memberikan sambutan di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Jumat.

Dia berharap intervensi dari Dinkes Kabupaten Karangangar kepada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dapat membuahkan hasil.

Dua Dokter di Semarang Meninggal Karena Covid-19, IDI Minta Tenaga Medis Di-Swab Secara Rutin


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho