Satu-Satunya Kandidat Panglima TNI, Ini Profil Jenderal Andika Perkasa

Presiden Jokowi mengusulkan mantan pengawalnya, Jenderal Andika Perkasa ke DPR sebagai satu-satunya kandidat Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Rabu, 3 November 2021 - 12:28 WIB Editor: Abu Nadhif | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Andika Perkasa meninjau rumah sakit lapangan (rumkitlap) Benteng Vasterburg, Solo, Selasa (27/7/2021) sore. (ILUSTRASI/Istimewa/Humas Polresta Solo)

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengusulkan mantan pengawalnya, Jenderal Andika Perkasa ke DPR sebagai satu-satunya kandidat Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Usulan Jokowi ini membuat karier jenderal TNI berpostur atletis itu moncer.

Siapa Jenderal Andika Perkasa?

Berdasarkan catatan Solopos.com, sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa merupakan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pertama yang ditunjuk Jokowi dua hari setelah dia menjabat sebagai presiden.

Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964. Andika muda lulus Akademi Militer pada 1987 dan langsung bergabung dengan jajaran korps baret merah, Kopassus.

Baca Juga: KSAD Jenderal Andika Perkasa Kandidat Kuat Panglima TNI 

Kariernya dimulai sebagai komandan peleton hingga berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991), Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998).

Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus sebelum dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Kodam Jaya.

Belum genap setahun, ia dimutasi dan menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Selama bertugas, Andika banyak menghabiskan waktunya untuk pendidikan.

Dalam kurun waktu 2003 hingga 2011, lulusan S-1 sarjana ekonomi dalam negeri itu berada di Washington DC, Amerika Serikat, untuk memperoleh pendidikan militer.

Andika termasuk tentara pembelajar. Ia meraih tiga gelar S-2 (MA, MSc, MPhil) dan satu gelar S-3 (PhD) dari The George Washington University, National Defense University, Norwich University, dan Harvard University.

Pada 8 November 2013, Andika diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat dengan pangkat brigadir jenderal.

Baca Juga: Resmi, Jokowi Usulkan Andhika Perkasa sebagai Panglima TNI 

Karier Andika kian moncer sejak Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI.

Ia langsung bertugas sebagai komandan Paspampres dan bertugas mengawal Presiden Jokowi selama dua tahun.

Keluar dari lingkaran Istana, Andika menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XII Tanjungpura.

Andika kemudian melanjutkan kariernya sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat. Setelah sempat menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, ia kemudian naik jabatan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat dengan pangkat Jenderal.

Kini selangkah lagi ia bakal menduduki prestasi tertinggi di militer, Panglima TNI.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif