Tutup Iklan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ampel Boyolali Akan Ditutup
Suasana kepadatan dan kemacetan di depan Pasar Ampel Boyolali, Sabtu (24/6/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pasar Ampel, Boyolali, akan ditutup sementara menyusul adanya satu pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, sebagai antisipasi persebaran Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali melakukan disinfeksi gedung Puskesmas Simo. Tak hanya itu, DKK juga mengambil sampel swab seluruh karyawan puskesmas tersebut, Selasa (14/7/2020).

Satu per satu mereka menjalani pengambilan sampel swab. Di sisi lain, beberapa petugas menyemprot semua ruangan Puskesmas dengan cairan disinfektan.

Tambah 1 Kasus, Perempuan 63 Tahun Asal Joglo Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Seperti di Pasar Ampel, Puskesmas Simo, Boyolali, juga ditutup lantaran ada salah satu pegawai atau tenaga kesehatan yang positif Covid-19. Pada Selasa pagi, seluruh karyawan Puskesmas Simo dikumpulkan di halaman Puskesmas.

Kepala Puskesmas Simo, Ninuk Sri Sunarsih, mengatakan pada hari itu dilakukan pemeriksaan swab terhadap 41 karyawan puskesmas. "Ada 41 karyawan, ditambah nanti dari petugas parkir dan ada tukang yang bekerja di sini. Sebelumnya sudah ada 10 karyawan yang telah diswab dan hasilnya negatif," kata dia saat ditemui wartawan di Puskesmas Simo, Selasa.

Ganjar: 25 Nakes RSUD dr Moewardi Solo Diduga Tertular Covid-19 Saat Pesta Wisuda

Dia mengatakan Puskesmas Simo akan beroperasis kembali pada Rabu (15/7/2020). Meskipun demikian, kemungkinan akan dilakukan pembatasan pasien. Pada Selasa pagi juga dilakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan penutupan sementara Puskesmas Simo dan Pasar Ampel terkait adanya kasus positif Covid-19. Kasus positif di Puskesmas Simo yakni seorang perawat yang tercatat sebagai kasus 083.

80 Kontak Erat

Pasien itu berinisial A, dari Desa Catur, Kecamatan Sambi. Sedangkan kasus positif Covid-19 di Pasar Ampel, Ratri menyebut sebagai kasus 072 dengan inisial RN. Pasien ini dari Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari.

Tambah 1, Pelaku Ditahan Terkait Meninggalnya Pesilat Remaja Gatak Sukoharjo Jadi 10 Orang

Pasien tersebut terdeteksi positif berdasarkan hasil pemeriksaan 10 Juli 2020 lalu. Saat ini sudah dilakukan pelacakan kontak erat untuk kasus tersebut dan teridentifikasi ada 80 kontak erat. DKK sudah mengagendakan untuk pemeriksaan swab.

Sebanyak 80 kontak erat pedagang Pasar Ampel, Boyolali, yang positif Covid-19 tersebut sudah diinstruksikan untuk isolasi mandiri. Namun Ratri menegaskan 80 kontak erat tersebu, bukan dari Pasar Ampel.

"Belum ada kontak erat dari pasar, itu baru dari kampung [tetangga]," kata dia, Selasa.

Wali Kota Hingga Ketua DPRD Antar Ketua Pemuda Pancasila Solo Ke Peristirahatan Terakhir

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Karsino, mengatakan dengan indikasi adanya salah satu pedagang sayur Pasar Ampel yang positif Covid-1, akan dilakukan sterilisasi di lingkungan pasar.

Hal itu untuk memutus mata rantai penularan dan demi kesehatan semuanya. "Mulai Rabu [15/7/2020]-Jumat [17/7/2020], aktivitas perdagangan [Pasar Ampel] kami tutup sementara. Akan dilakukan penyemprotan dan pembersihan seluruh area pasar," kata dia kepada Solopos.com, Selasa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho