Karangan bunga duka cita (casavinaflorist.com)

Solopos.com, WONOGIRI -- Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Miricinde, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Diyono, meninggal dunia pada Jumat (3/5/2019). Ia menjadi petugas ketiga yang meninggal dunia seusai https://soloraya.solopos.com/read/20190426/489/988028/banyak-petugas-penyelenggara-pemilu-meninggal-dan-sakit-ini-komentar-wali-kota-solo" title="Banyak Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal dan Sakit, Ini Komentar Wali Kota Solo">Pemilu 2019 di Kabupaten Wonogiri.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Miricinde, Kecamatan Purwantoro, Santoso, mengatakan semula Diyono mengeluhkan sakit kepala seusai bertugas menjadi KPPS di TPS 02 Desa Miricinde. Oleh keluarganya, Diyono sempat dikerik untuk mengurangi sakitnya.

Namun, Diyono tak kunjung membaik. Diyono lantas dibawa ke Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo untuk mendapat perawatan lebih lanjut. “Sepekan setelah pencobloan itu masuk rumah sakit. Di Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo itu Pak Diyono opname sekitar sepekan,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (6/5/2019).

Diyono yang juga warga Dusun Jatirejo RT 002/RW 001, Desa Miricinde, sempat https://news.solopos.com/read/20190425/496/987853/idi-banyak-anggota-kpps-meninggal-dunia-penyebabnya-stress-serangan-jantung" title="IDI: Banyak Anggota KPPS Meninggal Dunia, Penyebabnya Stress dan Serangan Jantung">membaik setelah beberapa hari dirawat dan sempat pulang. Namun, ada perubahan pada diri Diyono yakni jadi agak pelupa. Santoso yang berteman dengan Diyono sejak lama terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Jawa ngaka.

Namun, sepulang dari rumah sakit, Diyono menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil saat berbicara dengan dirinya. “Mungkin saya dikira orang baru,” tutur Santoso.

Menurut Santoso, Diyono jarang dirawat di rumah sakit. Ia juga tak memiliki riwayat penyakit. Informasi yang diterimanya menyebutkan Diyono meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak.

“Meninggalnya almarhum sudah saya laporkan ke PPK Purwantoro. Kabar dari PPK, KPU masih menunggu juklak dan juknis dari pusat,” urai dia.

Ketua Komisi https://semarang.solopos.com/read/20190426/515/987994/39-penyelenggara-pemilu-di-jateng-meninggal-kpu-gelar-salat-gaib-di-semarang" title="39 Penyelenggara Pemilu di Jateng Meninggal, KPU Gelar Salat Gaib di Semarang">Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, mengatakan akan memverifikasi faktual ke rumah Diyono terlebih dahulu sebelum memproses pemberian santunan. KPU setidaknya membutuhkan sejumlah data meliputi surat keterangan dokter, surat kematian, dan lainnya.

“Menurut informasi dari pemerintah, yang meninggal dunia dapat santunan Rp36 juta. Di Wonogiri, total ada tiga petugas yang meninggal dunia, tiga petugas mengalami keguguran, dan satu petugas input data situng opname di rumah sakit,” ujar Toto.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten