Mobil Wakil Presiden Tiongkok, Wang Qishan, keluar dari Museum Manusia Purba di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, Jumat (18/10/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Wakil Presiden (Wapres) Tiongkok Wang Qishan mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, Jumat (18/10/2019) sore.

Kunjungan Wang Qishan yang tertutup untuk media massa itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Pantauan Solopos.com, rombongan Wang Qishan tiba di Museum Sangiran pada pukul 16.10 WIB.

Ganjar: Kalau Bendera HTI di SMKN 2 Sragen Disengaja, Tak Ada Ampun

Rombongan berada di dalam museum selama hampir satu jam. Setelah itu, rombongan Wapres Tiongkok itu langsung menuju Kota Solo.

“Beliau datang ke Indonesia untuk menghadiri pelantikan presiden. Namun, karena basic-nya adalah seorang sejarawan, beliau tertarik berkunjung ke Sangiran. Beliau ingin tahu seperti apa koleksi museum ini. Beliau penasaran seperti apa jenis manusia purba yang ditemukan di sini,” jelas Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sragen, Muhammad Hidayat, saat ditemui Solopos.com seusai menerima tamu rombongan dari Wapres Tiongkok.

Hidayat menjelaskan rombongan Wapres Tiongkok mengunjungi sejumlah ruang display koleksi fosil aneka binatang purba, tumbuh-tumbuhan, manusia purba dan artefak peninggalan masa lalu.

Hajatan Diboikot, Keluarga Suhartini Bantah Pernyataan Pj. Kades Hadiluwih Sragen

Di Tiongkok juga terdapat beberapa museum manusia purba. Kunjungan Wapres Tiongkok itu juga menjadi penjajakan kerja sama pengembangan museum kedua negara.

Wacana kerja sama bilateral dalam hal pengembangan museum itu, kata Hidayat, sebetulnya sudah pernah dibicarakan kedua negara pada 2002. Akan tetapi, hingga kini belum ada tindak lanjutnya.

“Dulu pernah dibicarakan mengenai bentuk kerja sama dalam hal penelitian, pameran bersama, penulisan ilmiah dan lain-lain. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Setelah ini rencananya akan dibicarakan lagi bentuk kerja sama itu. Nanti akan ada koordinasi lebih lanjut untuk bahas itu,” jelas Hidayat.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten