Tutup Iklan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau penyegelan di Pulau D reklamasi Teluk Jakarta, Jakarta, Kamis (7/6/2018) lalu. (Antara - Dhemas Reviyanto)

Solopos.com, JAKARTA -- Ada warga yang tersingkir demi pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia (RI) di Pantai Maju atau -batalkan-keputusan-anies-baswedan-cabut-izin-pulau-reklamasi" target="_blank" rel="noopener">Pulau D hasil reklamasi. Warga tersebut adalah seorang nelayan yang diusir oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dilansir Suara.com, Sabtu (17/8/2019), di lokasi, nelayan dengan kapal tradisional kecil itu mencoba berlabuh di pinggir pantai pulau buatan itu. Namun, petugas Satpol PP tersebut menghampiri nelayan tersebut.

Petugas yang tidak diketahui namanya itu meminta agar nelayan tersebut tidak menepi di lokasi itu. Alasannya, karena Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan meninjau lokasi nelayan setelah memimpin upacara HUT RI itu.

"Pak geser dulu, Bapak [-izin-reklamasi-jakarta-anies-baswedan-digugat-4-pengembang" target="_blank" rel="noopener">Anies Baswedan] mau ke sini," ujar Petugas Satpol PP kepada nelayan tersebut.

Nelayan tersebut lantas kembali mengambil tongkat dayung dan bergegas menjauh dari bibir pantai. Ia terlihat menjauh sekitar 50 meter dari lokasi sebelumnya.

Namun, petugas Satpol PP tersebut terlihat tidak puas. Ia malah meminta agar nelayan mendayung lebih jauh lagi. "Woy Pak, geser Pak. Geser lagi," teriak petugas tersebut kepada nelayan.

Nelayan itu akhirnya kembali mendayung untuk menjauhkan kapal kecilnya dari lokasi upacara. Tanpa menengok, ia terus menjauh sampai akhirnya tak terlihat lagi. Ironinya, kejadian ini menunjukan kebalikan dari perkataan Anies Baswedan soal -baswedan-bawa-pns-upacara-17-agustus-di-pulau-reklamasi-ini-tujuannya" target="_blank" rel="noopener">alasannya mengadakan upacara di pulau buatan itu.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten