Tutup Iklan
Satpol PP Sukoharjo Siaga Sejak Subuh, Jl. Ir. Soekarno Steril dari Pedagang Pasar Harjodaksino Solo
Petugas Linmas dan Satpol PP Sukoharjo berjaga di kawasan Bundaran Tanjunganom guna menghalau pedagang Pasar Harjodaksino Solo, Rabu (15/7/2020). (Istimewa-Camat Grogol)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jalan Ir. Soekarno Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di kawasan Bundaran Tanjunganom, bebas dari aktivitas pasar dadakan oleh pedagang Pasar Harjodaksino Solo, Rabu (15/7/2020) pagi.

Kondisi berbeda tampak sehari sebelumnya di mana kawasan jalan itu dipenuhi oleh pedagang Pasar Harjodaksino.

Para pedagang Pasar Harjodaksino Solo, Selasa (14/7/2020), nekat menggelar dagangan di sana setelah Pemkot Solo menutup operasional pasar hingga sepekan mendatang.

Nekat Berjualan di Jalan Ir Soekarno, Puluhan Pedagang Pasar Harjodaksino Dihalau Satpol PP Sukoharjo

Pasar ditutup karena seorang pedagang empon-empon meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

"Pagi ini sudah bersih. Tidak ada pedagang yang berjualan lagi di Jalan Ir. Soekarno," ungkap Camat Grogol Bagas Windaryanto kepada Solopos.com, Rabu.

Bagas tak memungkiri jika petugas perlindungan masyarakat (Linmas) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diterjunkan di lokasi tersebut.

Mereka melakukan pengawasan sejak pukul 04.30 WIB guna menghalau pedagang agar tak nekat berjualan di sepanjang Jalan Ir. Soekarno. "Alhamdulillah sudah tidak ada pedagang yang nekat jualan," katanya.

Memberikan Pembinaan

Namun demikian, ada beberapa pedagang yang nekat hendak berjualan. Akan tetapi sebelum mereka menggelar dagangan keburu diamankan petugas Satpol PP.

Petugas masih memberikan pembinaan kepada pedagang untuk tidak lagi nekat berjualan di sepanjang Jalan Ir. Soekarno. Para pedagang diminta mematuhi imbauan Pemkot Solo untuk melakukan karantina mandiri.

"Pasar ditutup itu kan karena untuk memutus rantai penyebaran Corona. Jadi mestinya pedagang mematuhi itu dulu, jangan lantas berjualan di Solo Baru," katanya.

Curhat Pedagang Pasar Harjodaksino Solo: Nekat Jualan Karena Tak Punya Penghasilan

Bagas berharap para pedagang bisa memahami kondisi tersebut sehingga tak lagi nekat menggelar dagangan di kawasan Solo Baru. Petugas Linmas dan Satpol PP akan terus melakukan patroli untuk memastikan kawasan Solo Baru steril dari pasar tiban pedagang Pasar Harjodaksino.

Diketahui, puluhan pedagang Pasar Harjodaksino nekat menggelar dagangan di sepanjang Jalan Ir Soekarno atau tepatnya di kawasan bundaran Tanjunganom. Para pedagang beralasan nekat menggelar dagangan di sepanjang Jalan Ir Soekarno karena tak punya penghasilan. Penutupan pasar selama sepekan mendatang membuat pedagang kelimpungan.

"Saya tidak punya penghasilan lagi kalau tidak jualan. Apalagi seminggu diminta tidak jualan," keluh salah satu pedagang sayuran Pasar Harjodaksino, Sutiyem, 55.

Penyebaran Virus

Menurut dia, penutupan pasar selama sepekan sangat memberatkan. Meski, dia mengaku penutupan pasar dilakukan Pemkot Solo sebagai upaya memutus penyebaran virus Corona.

Namun dia tak tahu lagi harus bagaimana jika tidak berjualan. "Makanya hari ini saya dan teman-teman pedagang lainnya jualan di di sini [Jalan Ir Soekarno]," katanya.

Damkar Sukoharjo Sudah Evakuasi 39 Ular, Habis Ditangkap Diapakan?

Pedagang lain, Parjinah, 51, juga mengungkapkan bersama puluhan pedagang oprokan Pasar Harjodaksino menggelar dagangan di Jalan Ir Soekarno sebagai lokasi sementara ditutupnya pasar. Dia pun menyebut sebagian pedagang yang menggelar dagangan di Jalan Ir Soekarno merupakan warga Sukoharjo, dan sebagian lainnya Solo.

"Kami nekat jualan di sini karena saya juga warga Sukoharjo. Tapi ternyata baru jualan sudah dioprak-oprak Satpol PP," keluhnya.

Dia berharap ada solusi bagi para pedagang terkait penutupan pasar. Minimal bagi pedagang yang bukan menjadi kontak erat dengan pasien positif Covid-19 diperbolehkan jualan di lokasi lain.

"Jadi jangan semua pedagang diminta tutup. Mestinya yang kontak erat saja," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho