ilustrasi razia. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengklaim telah siap mewujudkan suasana Ramadan di Kota Solo tetap tenteram. Satpol PP mengintensifkan patroli di seluruh wilayah Kota Solo sebanyak lima kali dalam sehari.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah menyosialisasikan peraturan daerah (Perda) mengenai aturan jam buka tempat hiburan dan pariwisata.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP, Agus Sis Wuryanto, saat ditemui solopos.com di sela-sela kegiatannya, Jumat (3/5/2019) mengatakan Satpol PP telah melakukan patroli intensif dengan cara persuasif menyambut Bulan Ramadan.

“Satu hari lima kali patroli terutama di tempat hiburan, saat ini kami telah [lakukan] pengimbauan. Lokasi-lokasi yang biasanya terdapat pelanggaran telah kami pantau untuk saat ini. Patroli sampai dini hari nantinya oleh 24 personel Satpol PP,” ujar Agus Sis.

Ia menegaskan apabila ditemukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku, Satpol PP akan memberikan langkah imbauan terlebih dahulu. Namun, tempat usaha akan dipantau, apabila masih ditemukan pelanggaran nantinya akan ada surat peringatan. Bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan pencabutan izin usaha hingga penutupan.

Ia mengaku tidak ada prioritas khusus dalam pengamanan. Namun, Kecamatan Banjarsari menjadi perhatian khusus karena luas wilayah.

“Kawasan yang biasanya terdapat pekerja seks komersial (PSK) kami jadikan perhatian. Saat ini kawasan yang sering terdapat PSK telah kami patroli. Para PSK belum kami tangkap, hanya personel Satpol PP berjalan melintasi saja mereka sudah takut sehingga kawasan itu bersih dengan sendirinya,” imbuh Agus.

Sementara itu, ia mempersilakan warung untuk tetap buka. Namun, sebagai wujud menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa wajib untuk memasang tirai sebagai penutup.

Ia meminta kepada kelompok masyarakat untuk tidak melakukan aksi sweeping. Ia menegaskan segala sesuatunya telah diatur oleh Pemkot Solo untuk menjamin kenyamanan masyarakat selama Bulan Ramadan.

Kasi Pengembangan Industri Pariwisata, Tuti Orbawati, menegaskan Dinas Pariwisata akan melakukan monitoring jalannya ketentuan itu.

Dinas Pariwisata akan melakukan peninjauan lapangan sebanyak sepuluh kali bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Petugas Kementerian Agama, Tim Kejaksaan Negeri Kota Solo, dan Kepolisian. Apabila ditemukan pelanggaran Pemkot Solo akan memberikan teguran, sanksi, penutupan tempat usaha atau pencabutan izin usaha.

“Usaha hiburan dan rekreasi seperti klub malam, diskotik, pub, rumah pijat, dan karaoke wajib menutup usahanya pada tujuh hari awal dan akhir Ramadan. Berlaku juga pada bar yang menggunakan hiburan musik dan tempat spa,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten