Satpol PP Jepara Tangkapi Anak Punk, Alasannya Apa?
Sejumlah anak punk diminta melepaskan semua atribut yang dipakai di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2020). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, JEPARA — Kebebasan berekspresi penganut subkutur punk di Jepara terancam. Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) setempat getol merazia komunitas punk di jalan-jalan protokol maupun tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul mereka di wilayah setempat.

"Tercatat sudah ada 23 anak punk yang berhasil diamankan dari sejumlah tempat di Kabupaten Jepara," aku Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Jepara Anwar Sadat di Jepara, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2020).

Institusi penegak perda dan kebijakan kepala daerah berkilah razia anak punk itu dilakukan demi memberi kenyamanan kepada masyarakat Jepara. Anwar Sadat mencatat ada 18 anak yang sebagian besar merupakan warga Jepara.

Lima anak punk, katanya, ditangkapi Satpol PP pada hari Selasa. Empat orang di antara mereka berasal dari Kecamatan Bangsri, Jepara. Sedangkan, empat lannya berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Pasuruan, Kendal, dan satu orang lain hanya disebutkan dari Jepara.

Anak-anak punk itu, kata dia, ditangkapi oleh aparat Polsek Bangsri, koramil, dan Trantib Kecamatan Bangsri di terminal setempat. Lelaki yang namanya bernuansa tradisi Mesir itu mengaku perlakuan aparat kepada komunitas punk itu demi menciptakan suasana wilayah tetap kondusif.

Aparat menuduh keberadaan komunitas anak punk mengganggu kenyamanan masyarakat. "Sering kali mereka mengamen di perlintasan yang ada lampu pengatur lalu lintasnya. Tak jarang mereka meminta uang dengan kasar hingga menggedor-gedor pintu mobil," tukasnya.

Ia juga memaparkan tatkala anak-anak punk itu berkumpul dengan komunitasnya maka mereka minum minuman beralkohol. Karena itu, katanya, mereka perlu dirazia sehingga Jepara bebas dari keberadaan anak punk.

Sejumlah elemen masyarakat, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, diklaimnya merekomendasikan penertiban terhadap anak punk yang semakin banyak jumlahnya. "Banyak pula orang tua yang melaporkan anaknya tidak diketahui keberadaannya selama beberapa hari, ternyata setelah ditelusuri ikut bergabung dengan komunitas anak punk," ujarnya.

Anak punk yang terjaring razia, selanjutnya diberi pembinaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan, Kabupaten Jepara, setelah rambutnya dipotong dan dimandikan serta diberi pakaian baru. Anak punk yang terlebih dahulu terjaring razia, sudah lebih dahulu mendapatkan pembinaan sekaligus bimbingan rohani dan mereka juga dilibatkan dalam aksi sosial, seperti membersihkan Pantai Bandengan dari sampah.

Berdsarkan pemeriksaan barang bawaan empat anak punk yang terjaring razia Selasa, aparat menemukan barang-barang yang diklaim sebagai barang berbahaya. Yang disebut barang berhahaya itu adalah kerangka kepala ular beserta taring dan bisanya, tulang ekor ikan pari yang masih terdapat racun, hingga taring babi. Selain itu, juga ditemukan alat pemukul besi dan sejumlah aksesoris punk, seperti rantai, kalung, gelang, ikat pinggang, dan lainnya. Semua aksesori punk itu disita aparat.

Kapolsek Bangsri AKP Sarwo Edi mengungkapkan penangkapan empat anak punk Selasa didasarkan pada laporan masyarakat. Mereka ditangkap saat kebetulan berada di Terminal Bangsri sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia memaparkan bahwa anak-anak punk yang ditangkapdi Jepara itu bahkan tak bermaksud tinggal di Kota Ukir ini. "Mereka berencana ke Magelang untuk menonton konser, tetapi mereka mampir ke Bangsri untuk menemui temannya, kemudian berencana ke Pati sebelum ke Magelang," katanya.

Razia anak punk itu merupakan tindakan lanjutan dari operasi sebelumnya, Minggu (20/1/2020). Langkah penangkapan anak-anak punk di Jepara itu disebut Kantor Berita Antara dasarkan pula pada instruksi pelaksana tugas Bupati Jepara yang ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi lintas sektoral.

"Dalam rangka menciptakan kondusivitas wilayah dan mengantisipasi konflik sosial, maka razia anak punk digencarkan," tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho