Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo Jemput 27 Pasien Positif untuk Isolasi Terpadu

Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo menjemput 27 pasien positif tanpa gejala dan bergejala ringan untuk menjalani isolasi terpadu.

 Tim Satgas Kecamatan Kartasura menjemput pasien positif tanpa gejala untuk menjalani isolasi terpadu, Sabtu (31/7/2021).( Istimewa/Satgas Kecamatan Kartasura)

SOLOPOS.COM - Tim Satgas Kecamatan Kartasura menjemput pasien positif tanpa gejala untuk menjalani isolasi terpadu, Sabtu (31/7/2021).( Istimewa/Satgas Kecamatan Kartasura)

Solopos.com, SUKOHARJO — Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo menjemput 27 pasien positif tanpa gejala dan bergejala ringan untuk menjalani isolasi terpadu di Medical Education and Research Center (MERC) RS UNS Kartasura dan Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Mayoritas pasien positif yang menjalani isolasi terpadu merupakan warga Kecamatan Kartasura.

Jumlah pasien terkonfirmasi positif di wilayah Kartasura melonjak tajam selama sepekan terakhir. Sebagian besar pasien positif tanpa gejala dan bergejala ringan.

Mereka berpotensi menularkan virus saat berinteraksi dengan anggota keluarga atau sanak famili. Keterbatasan ruangan dan ketidakdisplinan menjadi problem utama isolasi mandiri yang dijalani pasien positif di rumah.

Baca Juga: Mau Ikut Upacara 17 Agustus Virtual di Istana? Begini Cara Daftarnya

Pemerintah Menjamin Kebutuhan Pasien

Guna mencegah transmisi penularan di rumah yang memicu munculnya klaster keluarga, satgas tingkat kabupaten menjemput para pasien positif untuk menjalani isolasi terpadu di dua lokasi berbeda. “Pasien positif yang dibawa ke MERC RS UNS sebanyak 22 orang. Sementara pasien positif yang menjalani isolasi terpadu di Asrama Haji Donohudan sebanyak lima orang.

Total jumlah pasien positif yang dijemput untuk menjalani isolasi terpadu sebanyak 27 orang,” kata Komandan Koramil (Danramil) Kartasura, Kapten (Inf) Mardiyanto, mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo, Letkol (Inf) Agus Adhy Darmawan, Minggu (1/8/2021).

Tim satgas tingkat kabupaten dan kecamatan membawa ambulans mendatangi rumah pasien positif yang tersebar di wilayah Kartasura. Mereka berdomisili di Desa Singopuran, Pabelan, Makamhaji, dan Pucangan.

Para pasien positif diedukasi agar mau menjalani isolasi terpadu demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Tim satgas berdialog dengan pasien positif agar mereka memahami risiko apabila menjalani isolasi mandiri di rumah. “Ada pasangan suami istri dan anak yang terpapar Covid-19. Mereka akhirnya mau menjalani isolasi terpadu demi kesehatan dan keselamatan keluarganya. Sebagian besar pasien positif yang dijemput bagian dari klaster keluarga,” ujar dia.

Baca Juga: Tak Punya Uang, Seorang Ayah di Solo Tawarkan Barter Sepatu Bekas dengan Susu di Facebook, Polisi Langsung Bantu

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan jumlah bed atau tempat tidur di ruang isolasi MERC RS UNS sebanyak 150-200 bed. Selama ini, para pasien positif tanpa gejala memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. Padahal, mereka bisa tanpa sengaja menularkan virus kepada anggota keluarga atau sanak famili di dalam rumah.

Pemerintah menjamin kebutuhan hidup sehari-hari pasien positif yang menjalani isolasi mandiri terpadu. “Penjemputan pasien positif untuk menjalani isolasi terpadu bagian dari upaya menekan laju persebaran Covid-19.

Klaster baru yang muncul masih didominasi klaster keluarga. Sehingga, kami mendorong agar para pasien positif tanpa gejala dan bergejala ringan untuk menjalani isolasi terpadu di RS UNS atau Asrama Haji Donohudan,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.