Kategori: Solo

Pastikan Isolasi Mandiri Warga Lancar, Ini Strategi Satgas Jaga Tangga


Solopos.com/Cahyadi Kurniawan

Solopos.com, SOLO--Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menempatkan peran penting Satgas Jaga Tangga dalam mengawal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada 9-22 Februari 2021.

Selain kampanye disiplin protokol kesehatan, Jaga Tangga diharapkan mendukung proses tracing hingga memastikan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

Peran Satgas Jaga Tangga ini dirasakan salah satunya oleh Lurah Jebres, Kecamatan Jebres, Lanang Aji. Ia menceritakan Satgas Jaga Tangga banyak berperan membantu penanganan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, memastikan pemenuhan logistiknya hingga mengawasi pelaksanaan isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga: Dibanderol Rp200.000, Vaksin Nusantara Dr Terawan Kapan Dipasarkan?

Meski kini, sebagian besar isolasi mandiri dilakukan secara terpadu di Asrama Haji Donohudan. Hal itu lantaran masih ditemui adanya satu rumah yang dihuni 10-20 jiwa. Kondisi ini tidak memungkinkan warga menjalani isolasi mandiri di rumah.

Lanang menjelaskan saat ada warga berstatus harus menjalani isolasi mandiri di rumah, Satgas melalui RT akan mendata kebutuhan logistiknya. Data itu akan dilaporkan kepada Dinsos agar yang bersangkutan mendapatkan bantuan logistik keperluan selama isolasi mandiri.

Namun, tak semua warga isolasi mandiri menerima bantuan logistik ini. Warga dari kelompok menengah ke bawah biasanya langsung dimintakan bantuan oleh RT. Sedangkan, untuk warga dari kelompok menengah ke atas, RT akan menanyai terlebih dahulu kesediaan menerima bantuan.

Baca Juga: Bank Jateng Dukung Penuh Penyelenggaraan UKM Virtual Expo 2021

“Ada yang menolak dan ada pula yang menerima. Prinsipnya adalah keadilan bagi semua yang menjalani isolasi mandiri mendapatkan bantuan logistik,” kata Lanang, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (10/2/2021).

Membatasi Akses

Satgas Jaga Tangga juga memantau pelaksanaan isolasi mandiri berjalan sesuai ketentuan. Apabila, ada yang melanggar, Satgas atau warga di sekitar rumah peserta isolasi mandiri akan menegurnya.

Bahkan, jika masih mengulangi, para tetangga biasanya bersepakat membatasi akses keluar masuk lingkungan setempat. Hal ini guna menekan penularan Covid-19 akibat tidak disiplin menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Perhatikan! Ini Alur Dan Syarat Tes GeNose Di Stasiun Solo Balapan

“Kalau masih ngeyel lagi Satgas Berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas termasuk petugas puskesmas untuk melakukan pendekatan berbeda kepada warga. Warga diminta menjalani isolasi di rumah sakit biasanya udah takut dan mulai patuh karena tak sebebas di rumah,” ujar Lanang.

Ia berpendapat pelaksanaan PPKM sebelumnya termasuk anjuran di rumah saja selama dua hari oleh Gubernur Ganjar cukup menekan kasus konfirmasi di wilayah Jebres. Meski demikian, Linmas terus berpatroli di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti warung makan, taman, hingga game center.

“Kami mengedukasi warga yang berkunjung ke sana agar disiplin menjalankan protokol kesehatan, menjaga imun, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kalau tidak penting ke luar, ya sebaiknya di rumah saja,” kata Lanang.

Baca Juga: Sayonara Lays Dan Cheetos, Indofood CBP Andalkan Dua Snack Ini

Nur Rani dan Elvira Yenistika Safarinda dalam Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara, Oktober 2020, mengatakan Kebijakan Jaga Tangga harus berkolaborasi penuh dengan masyarakat agar dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 secara menyeluruh.

Selain itu, perlu sosialisasi masif kepada masyarakat mengenai kebijakan Jaga Tangga agar bisa diterapkan di semua daerah secara merata. Kunci keberhasilan dari program ini yakni kesadaran dan kepatuhan masyarakat terkait penanganan pandemi Covid-19.

“Perlu adanya analisis mengenai pendistribusian anggaran untuk mengetahui apa saja yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat,” tulis Nur Rani.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati