Kategori: Sukoharjo

Satgas Covid-19 Sukoharjo Minta Masyarakat Lebih Aktif Galakkan 3M


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mencegah persebaran Covid-19. Masyarakat diajak menggalakkan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.

Kunci utama untuk menahan laju persebaran Covid-19 adalah berdisiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat terutama saat beraktivitas luar rumah. Pemerintah tak bisa sendirian dalam penanganan Covid-19.

Didominasi Masyarakat Umum, Sehari 400 Orang Jalani Tes Cepat Antigen Di Bandara Solo

Butuh partisipasi elemen masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. "Penguatan kapasitas masyarakat didorong agar mereka lebih aktif dalam pencegahan Covid-19 pada wilayahnya masing-masing," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, kepada Solopos.com, Senin (28/12/2020).

Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo menggalakkan dengan penyemprotan disinfektan, pembagian masker, dan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Penyemprotan disinfektan misalnya di tempat ibadah seperti masjid, musala dan gereja, gedung sekolah dan kantor pemerintahan.

Tim Ekspedisi Karsa Naik Kano Susuri Bengawan Solo, Pemandangannya Syahdu

Partisipasi Masyarakat

Penyemprotan disinfektan dilakukan secara berkala demi memutus mata rantai penularan Covid-19. "Partisipasi masyarakat sejumlah desa/kelurahan sudah terlihat. Para pemuda bahu membahu melakukan penyemprotan di rumah penduduk atau jalan perkampungan di sekitar lokasi rumah pasien positif. Kesadaran masyarakat mulai meningkat," ujar Yunia.

Saat ini, lanjut Yunia, satgas menggenjot upaya deteksi dini kasus Covid-19 dengan pemeriksaan tes cepat atau rapid test dan uji swab dengan metode polymerase chain reaction atau PCR.

Pernah Tertangkap, 2 Pemuda Solo Reuni Lalu Curi Motor Lagi

Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo sejauh ini telah memeriksa hampir 20.000 spesimen di laboratorium untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak. Hal ini bagian dari penguatan kapasitas pemeriksaan tes PCR sesuai instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Edukasi dan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru dibarengi dengan upaya deteksi dini kasus Covid-19 secara masif," paparnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Sukoharjo, Ismoyo Sidiq, mengatakan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Sukoharjo berupaya mengedukasi masyarakat dalam pencegahan persebaran Covid-19. Mereka telah membagi-bagikan 500 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Share