Kategori: Sragen

Satgas Covid-19 Sragen Belum Restui Museum Sangiran Dibuka


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN — Meski Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSM) Sangiran sudah menggelar sosialisasi terkait rencana pembukaan Museum Manusia Purba Sangiran, museum tersebut justru urung dibuka.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen, Muhtar Ahmadi, mengatakan masih tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menjadi alasan bagi Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 belum memberi restu terkait pembukaan Museum Sangiran.

Dengan demikian, museum yang ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya dunia itu akan kembali ditutup hingga jangka waktu yang belum ditentukan. "[Pembukaan museum] masih menunggu kondisi pandemi reda dan tidak berisiko bagi penyebaran Covid-19," jelas Muhtar kepada Solopos.com, Senin (23/11/2020).

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya, BPSMP Sangiran, Iwan Setiawan, membenarkan bial rencana pembukaan Museum Sangiran dalam waktu dekat ditunda.

Dia mengakui sebelumnya BPSMP Sangiran sudah menggelar sosialisasi rencanana pembukaan museum dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sejumlah pelaku pariwisata diundang dalam sosialisasi itu. Jika tidak ada halangan, pembukaan museum Sangiran digelar pada akhir November. Namun, rencana pembukaan Museum Sangiran dalam waktu dekat itu urung digelar mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen masih tinggi.

"Menunggu situasinya kondusif dulu," ujarnya.

Batal Dibuka November Ini

Sebelumnya diberitakan, setelah delapan bulan ditutup sejak terjadi pandemi Covid-19, Museum Manusia Purba Sangiran rencananya dibuka kembali pada akhir November ini. Sosialisasi terkait rencana pembukaan Museum Manusia Purba Sangiran itu sudah disampaikan BPSMP Sangiran kepada para pelaku wisata di sekitar museum.

Beredar Video Penangkapan Millen Cyrus Terkait Narkoba, Netizen Salah Fokus ke Bajunya

Sosialisasi terkait rencana dibukanya Museum Manusia Purba Sangiran yang mengusung tema Prosedur New Normal untuk Pelaku Wisata di Museum Sangiran itu diselenggarakan di Kantor BPSMP Sangiran pada pekan lalu.

Pelaku wisata yang menjadi peserta sosialisasi tersebut meliputi petugas loket, pedagang souvenir, pedagang makanan, kelompok sadar wisata (pokdarwis), tokoh masyarakat, petugas parkir, Dinas Perhubungan (Dishub), perwakilan Pemerintah Desa (Pemdes) Krikilan dan Dayu.

Rencananya, Museum Manusia Purba itu akan dibuka untuk dua klaster yakni Krikilan dan Dayu yang berada di Karanganyar. Dalam sosialisasi itu, BPSMP Sangiran bermaksud menyamakan persepsi dengan semua pelaku wisata.

Semua pelaku wisata diharapkan mau melaksanakan protokol kesehatan yang meliputi pemakaian masker, menjaga jarak hingga mencuci tangan dengan sabun.

Share