Satgas Covid-19 Nasional Sebut Ada 7.000 Kasus Positif Aktif Di Solo, Cek Faktanya!
Ilustrasi pandemi Corona. (Detik.com)

Solopos.com, SOLO -- Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menyebut Solo menduduki peringkat pertama dari 10 kabupaten/kota dengan jumlah kasus positif aktif tertinggi di Indonesia.

Saat ini, Solo disebut memiliki 7.354 kasus aktif. Hal ini disampaikan juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Menanggapi hal tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo mengungkap data yang berbeda. Jumlah kasus positif Covid-19 yang aktif di Kota Solo hingga Kamis tak sampai 700-an orang.

Baca Juga: Terjawab Sudah, Nur Kholid Syaifullah Penerus Ahmad Sukina Pimpin MTA

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan jumlah warga positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit hingga Kamis hanya 117 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 503 orang.

Artinya, total kasus aktif seluruhnya hanya 620 orang atau tak sampai 700 orang. Sedangkan akumulasi total pada Jumat (26/2/2021) menyentuh 9.410 orang. Perinciannya, 8.355 orang sembuh, 486 orang isolasi mandiri, dan 457 orang meninggal dunia.

“Makanya saya enggak tahu, mereka dapat data dari mana. Kalau 7.000-an, itu bukan akumulasi karena akumulasi kami sudah di 9.000-an. Kemudian, kasus aktif kami sudah melandai. Banyak yang sudah sembuh,” katanya, Jumat siang.

Baca Juga: Tim Kejakgung Telusuri Belasan Petak Sawah Diduga Milik Tersangka Korupsi Asabri Di Klaten

Kasus Aktif Jateng

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyampaikan hal serupa. Menurutnya, tidak angka kasus positif Covid-19 aktif Kota Solo mencapai 7.000-an orang.

“Ini menjadi pembelajaran bagi semua. Karena data itu akan bicara tentang kami. Solo ini trennya sudah turun. Kalau kasus aktifnya sampai 7.000-an, rumah sakit bakal kolaps,” ungkapnya.

Ning, panggilan akrabnya, menyebut kasus Covid-19 Solo tak bisa dibilang tinggi jika dibandingkan kota besar lain seperti Surabaya. Solo berada di bawah Semarang dan Jogja. Apalagi, kasus aktif di Jawa Tengah keseluruhan tidak sampai 7.000-an orang.

Baca Juga: Baru Dilantik, Gibran Wali Kota Solo Langsung Kasih PR Ke Sang Istri Selvi Ananda

“Kalau datanya benar, berarti Solo jadi ibu kota provinsi. RS juga kaget karena bed isolasi mereka banyak yang kosong dan dialihfungsikan untuk merawat pasien non-Covid-19,” imbuhnya.

DKK bakal meminta pemerintah pusat untuk memperbaiki data tersebut mengingat hal itu bisa memunculkan kontroversi. Apalagi, Solo tengah menggarap vaksinasi tahap kedua.



Berita Terkini Lainnya








Kolom